Rupiah Perkasa Awal September, Sentimen Manufaktur Jadi Katalis
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Rupiah dibuka menguat di awal perdagangan September 2025. Berdasarkan data Bloomberg, Senin (1/9/2025) pukul 09.07 WIB, nilai tukar rupiah menguat 28 poin atau 0,17% ke posisi Rp 16.472 per dolar AS.
Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Andry Asmoro menyatakan penguatan rupiah sejalan dengan laporan S&P Global Indonesia Manufacturing PMI yang mencapai 51,5 pada Agustus 2025. Angka ini naik dari 49,2 pada Juli 2025, sekaligus menjadi level tertinggi sejak Maret.
Baca Juga
“Ini juga menjadi kenaikan pertama aktivitas manufaktur dalam 5 bulan, seiring rebound output, dan pesanan baru setelah 4 bulan berturut-turut menurun,” kata Andry dalam keterangannya.
Dari sisi harga, inflasi biaya input tetap solid, tetapi masih di bawah rata-rata jangka panjang dan mendekati titik terendah 5 tahun. Meski penguatan dolar AS meningkatkan harga bahan baku impor, sentimen bisnis tetap positif berkat ekspektasi permintaan lebih kuat, peluncuran produk baru, serta peningkatan daya beli konsumen.
Menurut proyeksinya, rupiah akan bergerak di kisaran Rp 16.480 hingga Rp 16.565 per dolar AS. Penguatan rupiah ini juga selaras dengan langkah Bank Indonesia (BI) menjaga stabilitas nilai tukar. Bank sentral menegaskan bahwa intervensi pasar tetap dilakukan demi memastikan rupiah bergerak sesuai fundamental.
“Dalam kaitan ini, Bank Indonesia terus memperkuat langkah-langkah stabilisasi, termasuk intervensi NDF (non-deliverable forward) atau kontrak derivatif valuta asing di pasar off-shore dan intervensi di pasar domestik melalui transaksi spot, DNDF, dan SBN (surat berharga negara) di pasar sekunder,” ujar Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin Gunawan Hutapea.
Baca Juga
Rupiah Melemah 0,62% pada Akhir Penutupan Perdagangan Jumat 29 Agustus 2025
Meski demikian, pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai potensi tekanan masih ada karena indeks dolar AS (DXY) bertahan kuat. Ia memperkirakan rupiah bisa melemah hingga menembus Rp 16.600 per dolar AS. “Rupiah akan mendekati Rp 16.600-an per dolar AS bahwa Rp 16.600 itu angka minimal. Bisa saja, Rp 16.600 sampai Rp 16.650,” kata Ibrahim.
Menurutnya, arah pergerakan rupiah pada awal September juga dipengaruhi oleh perkembangan kondisi politik dalam negeri.

