JISDOR Tunjukkan Pelemahan Rupiah di Hari Terakhir September 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menunjukkan pelemahan rupiah pada hari terakhir September atau Selasa (30/9/2025). Rupiah mengalami pelemahan 12 poin atau 0,07% di posisi Rp 16.692 per US$.
Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, salah satu yang mendorong pelemahan rupiah yaitu karena pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Asian Development Bank (ADB). Pertumbuhan ekonomi Indonesia turun 0,1 persen poin.
Proyeksi ADB pada April 2025 sebesar 5% berubah menjadi 4,9% pada September 2025. ADB menjelaskan, revisi proyeksi ini dipengaruhi perkembangan ketidakpastian perdagangan global akibat tingginya tarif resiprokal yang diterapkan oleh Amerika Serikat (AS).
Baca Juga
“Ini mempengaruhi proyeksi pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang di Asia Pasifik termasuk Indonesia,” ujar Ibrahim, Selasa (30/9/2025).
Tak hanya pada tahun ini, ADB juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan mencapai 5% pada 2026 atau lebih rendah dari proyeksi sebelumnya 5,1%.
Dari sisi eksternal, pasar menilai bahwa anggota parlemen AS tidak akan mencegah penutupan pemerintah atau government shutdown. Kongres memiliki waktu hingga tengah malah untuk mengesahkan RUU Anggaran.
“Dan menghindari penutupan ratusan lembaga federal. RUU Anggaran yang didukung Partai Republik baru-baru ini berhasil lolos di parlemen, namun menghadapi perlawanan di senat,” jelas dia.
Baca Juga
Penutupan pemerintah cenderung mengganggu aktivitas ekonomi di AS. Ini dapat menimbulkan risiko bagi pertumbuhan ekonomi.
Menimbang berbagai kondisi ini, Ibrahim memperkirakan mata uang Garuda masih bergerak fluktuatif. “Ditutup melemah di rentang Rp 16.660 hingga Rp 16.710 per US$” ujar dia.

