Prabowo: Danantara akan Percepat Hilirisasi dan Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja Berkualitas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id –Presiden Prabowo Subianto menyebutkan pembentukan Badan Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Mulai dari meningkatkan nilai tambah potensi pengelolaan sumber daya alam, hingga penambahan jumlah lapangan kerja.
Hal ini diungkapkanPresiden Prabowo dalam pidata kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Dirinya mengungkap bahwa nilai kelolaan aset Danantara telah mencapai US$ 1 triliun.
"Danantara akan ciptakan jutaan lapangan kerja berkualitas terutama di bidang hilirsasi. Alhamdulillah, hari ini tingkat pengangguran nasional berhasil turun ke level terendah sejak krisis 1998,” ungkap Prabowo.
Baca Juga
Danantara Siapkan Jurus Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh
Pemerintah sejak awal tahun telah meluncurkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara). Diyakini Danantara akan menjadi salah satu pengelola kekayaan negara terbesar di dunia.
Danantara bertujuan untuk memastikan kekayaan negara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Menurutnya, Danantara adalah tonggak sejarah dalam perjalanan Indonesia menuju kemandirian ekonomi, ketahanan, dan kesejahteraan nasional.
Sebelumnya, CEO Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan Danantara telah mendapatkan kepercayaan dari perbankan global. Hal itu ditunjukkan perolehan fasilitas pinjaman bergulir (revolving facility) bernilai US$ 10 miliar dari 12 bank asing.
Baca Juga
Prabowo Ungkap Sebanyak 3,1 Juta Hektare Lahan Sawit Kembali Dikuasai Negara
Dia mengatakan, ini menjadi revolving facility terbesar di ASEAN yang diberikan kepada Sovereign Wealth Fund (SWF). Adapun total pinjaman yang diperoleh mencapai US$ 10 miliar yang seluruhnya berasal dari lembaga keuangan luar negeri.
“Kita baru saja mendapatkan pendanaan mencapai US$ 10 miliar. Dan semuanya dari bank-bank luar negeri. Dan pinjaman itu diberikan tanpa jaminan apa pun,” kata Rosan dalam acara Penyerahan Dokumen Prastudi Kelayakan Proyek Prioritas Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional di Sekretariat Kementerian ESDM.
Rosan pun meyakini bahwa ke depan kepercayaan dunia internasional terhadap Danantara akan terus meningkat. Meski begitu, dia tetap menekankan pentingnya kehati-hatian dalam investasi Danantara.
Baca Juga
Danantara Larang Direksi dan Komisaris BUMN Terima Tantiem dan Insentif
“Karena kalau kita berinvestasi harus ada return, harus ada keuntungannya, karena itu juga tanggung jawab yang diberikan kepada kami agar investasi ini menghasilkan investasi yang baik dan di saat bersamaan juga menciptakan lapangan pekerjaan yang baik dan berkualitas,” tegas Rosan.
Lebih lanjut, Rosan juga membeberkan, Danantara juga mendapatkan komitmen investasi dalam bentuk ekuitas senilai US$ 7 miliar hanya dalam kurun waktu empat bulan sejak didirikan. Komitmen ini datang dari berbagai SWF di dunia, seperti SWF Qatar sebesar US$ 4 miliar dolar, kemudian China Investment Corporation (CIC) dari China senilai US$ 2 juta, serta ada juga dari Russian Direct Investment Fund (RDIF).

