Prabowo: Danantara Akan Percepat Hilirisasi SDA demi Buka Lapangan Kerja Berkualitas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan mempercepat hilirisasi sumber daya alam (SDA) dan berbagai bidang strategis untuk membuka lapangan kerja berkualitas.
“Untuk mempercepat investasi di hilirisasi SDA dan berbagai bidang strategis, untuk buka lapangan kerja berkualitas, kami bersama DPR telah membentuk Danantara,” kata Presiden saat menyampaikan pidato pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI pada HUT Kemerdekaan ke-80 RI di Gedung MPR RI, Jumat (15/8/2025).
Menurut Presiden, Danantara adalah lembaga pengelola investasi dengan aset kelolaan lebih dari US$ 1 triliun. “Danantara akan ciptakan jutaan lapangan kerja berkualitas, terutama di bidang hilirisasi. Alhamdulillah, hari ini tingkat pengangguran nasional berhasil turun ke level terendah sejak krisis 1998,” tutur dia.
Baca Juga
Presiden: Danantara dan Swasta Menjadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi
Di tengah dunia yang penuh guncangan-guncangan, kata Prabowo, realisasi investasi pada semester I-2025 mencapai Rp 942 triliun, naik 13,6% dari tahun lalu dan mencapai target APBN 2025. “Investasi sebesar itu berhasil menyerap 1,2 juta tenaga kerja Indonesia,” ujar Presiden.
Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebutkan, realisasi investasi semester I-2025 setara 49,5% dari target 2025 sebesar Rp 1.905,6 triliun.
Dari jumlah itu, penanaman modal asing (PMA) berkontribusi Rp 439,6 triliun atau 45,9%, sedangkan penanaman modal dalam negeri (PMDN) menyumbang Rp 510,3 triliun atau 54,8%. Berdasarkan wilayah, investasi di Pulau Jawa menyumbang Rp 496,9 triliun atau 49,5%, sedangkan di luar Jawa mencapai Rp 486,6 triliun atau 50,5%.
P
Baca Juga
Data BKPM menunjukkan, sektor hilirisasi menyumbang 29,8% atau Rp 280,8 triliun dari total realisasi semester I-2025. Dari angka itu, 69% berasal dari mineral, 24% perkebunan, 6% migas, dan 1% kelautan. Nilai investasi hilirisasi tumbuh 54,8% dibanding tahun sebelumnya.
Sementara itu, tahun depan, pemerintah menargetkan realisasi investasi Rp 2.175,26 triliun, naik 14,2% dibanding target tahun ini.

