Rosan: Investasi Hilirisasi Semester I 2025 Capai Rp280,8 Triliun, Naik 54,8%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan capaian gemilang sektor hilirisasi industri nasional di ajang Indonesia–Japan Executive Dialogue 2025 yang berlangsung di Jakarta, Rabu (6/8/2025).
Menurut Rosan, realisasi investasi di sektor hilirisasi sepanjang semester I 2025 mencapai Rp280,8 triliun atau setara 29,8% dari total realisasi investasi nasional pada periode yang sama. Angka ini meningkat signifikan sebesar 54,8% secara tahunan (year-on-year).
Rosan menjelaskan bahwa peningkatan investasi terbesar terjadi pada sektor mineral yang menyerap Rp193,8 triliun. Dari angka tersebut, nikel mendominasi dengan kontribusi sebesar Rp94,1 triliun, diikuti tembaga Rp40 triliun, bauksit Rp27,7 triliun, besi dan baja Rp21,5 triliun, serta komoditas lainnya seperti pasir silika, emas, perak, kobalt, mangan, batu bara, dan aspal Buton sebesar Rp7 triliun.
Baca Juga
Jepang Siap Dukung Program MBG hingga 175 Proyek Dekarbonisasi di Indonesia
Di luar mineral, sektor perkebunan dan kehutanan juga menunjukkan kontribusi signifikan dengan total investasi Rp67,4 triliun. Investasi terbesar berasal dari kelapa sawit sebesar Rp31,6 triliun, kayu gelondongan Rp24,9 triliun, karet Rp8,2 triliun, serta komoditas lain seperti pala, kelapa, kakao, dan biofuel yang tercatat sebesar Rp2,7 triliun.
Sektor minyak dan gas bumi menyumbang Rp17,3 triliun, dengan rincian investasi di minyak bumi sebesar Rp7,9 triliun dan gas alam sebesar Rp9,4 triliun. Sementara itu, sektor perikanan dan hasil laut turut berkontribusi Rp2,3 triliun. Komoditas di sektor ini meliputi garam, berbagai jenis ikan seperti tuna sirip kuning, tuna skipjack, tuna kembung, udang, rumput laut, kepiting biru, dan nila.
“Realisasi investasi ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap keberlanjutan program hilirisasi yang menjadi prioritas utama pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” ujar Rosan.
Ia menambahkan, kolaborasi strategis dengan berbagai mitra global, termasuk Jepang, diharapkan dapat terus mendorong peningkatan nilai tambah sumber daya alam Indonesia di berbagai sektor.

