Ditopang Pertumbuhan Kredit, Laba Sebelum Pajak Maybank Indonesia Naik 6,2% Jadi Rp 548 Miliar di Semester I 2024
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp 548 miliar di semester I 2024 atau naik 6,2% secara tahunan. Peningkatan ini ditopang oleh pertumbuhan kredit dan pencadangan yang lebih rendah dibanding kuartal sebelumnya.
“Pencapaian kinerja tersebut menunjukan profitabilitas bank yang kembali meningkat setelah dilakukan pencadangan yang bersifat pre-emptive secara signifikan pada kuartal I 2024,” ujar Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan, dalam keterangan resmi, Selasa (30/7/2024).
Dikatakan dia, Maybank Indonesia mencatatkan pertumbuhan kredit 11,9%, dari Rp 109,97 triliun pada semester I 2023 menjadi Rp 123,03 triliun di periode yang sama tahun ini. Bank juga melanjutkan fokusnya dalam mendorong intermediasi, khususnya pada segmen korporasi, usaha kecil menengah (UKM), dan ritel otomotif.
Selain itu, kredit global banking mencatat pertumbuhan 12,6% secara tahunan menjadi Rp 45,64 triliun di semester I 2024. Kredit segmen large local corporate (LLC) global banking tumbuh 17,0%, yang dikontribusi oleh pembiayaan untuk LLC. Hal ini sejalan dengan upayanya memperluas peluang kerjasama lintas jaringan bisnis Maybank.
Baca Juga
Perluas Basis Nasabah, Maybank Indonesia Lansir Kartu Kredit ‘Kolab’ dengan MU
“Permintaan pasar domestik terhadap barang dan jasa turut mendorong pertumbuhan kredit yang kuat pada segmen ritel dan non ritel community financial services (CFS) ritel dan non ritel dengan pertumbuhan sebesar 11,5% di seluruh segmennya,” kata Steffano.
Kredit bermasalah juga terjaga, tercermin dari non performing loan (NPL) gross yang berada di level 2,7% dan NPL net 1,7% pada semester I 2024, dibanding periode yang sama tahun lalu masing-masing 3,3% dan 2,2%.
Sementara, dana pihak ketiga (DPK) Maybank Indonesia tumbuh 4,7% dari Rp 110,38 triliun pada semester I 2023 menjadi Rp 115,58 triliun di periode yang sama tahun ini. Lebih rinci, dana murah atau current account saving account (CASA) tumbuh 10,6%, yang dikontribusi dari giro yang tumbuh 15,5% dan tabungan naik 3,5%. Sementara deposito menurun 0,8% secara tahunan.
“Rasio CASA tumbuh menjadi 51,3% (di semester I 2024) dari 48,6% (semester I 2023),” ucap Steffano.
Baca Juga
Maybank Indonesia Raih Penghargaan ABF Retail Banking Awards 2024
Pendapatan bunga atau interest income, lanjutnya, meningkat 9,9% di semester I 2024. Meski begitu, biaya dana tetap tinggi karena tren perubahan suku bunga yang berdampak pada pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) yang turun 2,6%.
“Pendapatan berbasis biaya atau fee based income pada semester pertama 2024 dibukukan sebesar Rp 820 miliar dari Rp 1,09 triliun pada peroode yang sama tahun lalu,” katanya.

