Pemerintah Indonesia dan AS Segera Segel Dokumen Tarif Resiprokal
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Koordinator bidang Perekonomian menjelaskan pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) akan membuat kesepakatan bersama mengenai detail keputusan tarif resiprokal. Dokumen joint statement itu akan berisi mengenai kesepakatan tarif resiprokal untuk Indonesia hingga soal pembelian produk-produk AS.
“Kemudian masalah non-tarif, hambatan non tarif yang kita selesaikan apa saja,” kata Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, di kantornya, Jakarta, Jumat (18/7/2025).
Susi, sapaannya, menjelaskan mengenai berbagai hambatan tarif yang dikenakan ke Indonesia. Di dalamnya terdapat masalah perizinan impor, konten lokal.
Selain itu, Susi menjelaskan joint statement itu juga akan menjelaskan bagaimana proses investasi dari AS di Indonesia dan sebaliknya.
“Joint statement ini yang nanti oleh pihak Amerika, mohon kita sampaikan ke publik supaya bahasanya sama,” ucap dia.
Saat ini, Kementerian Koordinator bidang Perekonomian telah menugaskan Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Edi Prio Pambudi dan Asisten Deputi Kerja sama Ekonomi Amerika dan Pasifik Irwan Sinaga untuk melanjutkan negosiasi. Ini karena pemerintah Indonesia melihat masih terdapat ruang negosiasi untuk beberapa komoditas yang diperlukan AS.
Baca Juga
Rahasia 17 Menit Telepon Prabowo-Trump, Tarif Impor RI ke AS Turun Drastis
“Ada beberapa produk komoditas kita yang istilahnya Amerika itu sangat dibutuhkan oleh Amerika, tidak bisa diproduksi di sana,” ujar dia.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyebut akan terus bernegosiasi soal penetapan tarif impor oleh Amerika Serikat (AS) terhadap Indonesia dengan Presiden AS Donald Trump.
“Kalau nggak salah tarifnya dari 32% diturunkan jadi 19%. Ya, saya tetap nego,” kata Prabowo saat tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Rabu (16/7/2025).
Sembari tertawa, Prabowo mengatakan tidak begitu puas dengan pemberian tarif impor AS sebesar 19%.
“Ya, kalau puas ya 0%” ucap dia.

