Perusahaan Mark Zuckerberg Meta Kembali PHK Ratusan Karyawan
CALIFORNIA, investortrust.id - Perusahaan raksasa teknologi milik Mark Zuckerberg, Meta, kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 100 orang karyawan di divisi Reality Labs. Langkah ini merupakan bagian dari restrukturisasi internal perusahaan yang fokus mengembangkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Salah satu tim yang terkena PHK adalah Oculus Studios yang terlibat dalam pengembangan perangkat headset VR Meta Quest. Ironisnya, studio gim tersebut baru diakuisisi oleh Meta pada 2023.
"Perubahan ini dimaksudkan untuk membantu Studios bekerja lebih efisien. Ini demi mengembangkan pengalaman mixed reality bagi audiens kami yang terus berkembang," kata juru bicara Meta dalam keterangan resmi, dikutip dari Reuters, Jumat (25/04/2025).
Baca JugaAsing Berbalik Net Buy SBN Rp 1,33 Triliun, di Saham Lanjut Net Sell
Rugi US$ 5 Miliar
Reality Labs mencatatkan kerugian hingga US$ 5 miliar pada kuartal keempat 2024. PHK di lingkup perusahaan konglomerat teknologi dunia Zuckerberg ini bukan yang pertama kali terjadi.
Per akhir Desember 2024, jumlah karyawan Meta tercatat sebanyak 74.067 orang secara global. Aksi PHK perusahaan bukan kali pertama terjadi di tahun ini. Pada Februari 2025, Meta telah melakukan PHK terhadap sekitar 3.600 karyawan, sekitar 5% dari total tenaga kerja global dengan alasan persoalan kinerja.
Baca Juga
Perusahaan sebelumnya menegaskan akan fokus untuk pengembangan AI. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi iklan digital, pengembangan Metaverse, serta pengalaman pengguna di platform Meta.
Langkah PHK ini sejalan dengan strategi jangka panjang Meta yang semakin mengandalkan AI untuk meningkatkan bisnisnya. Sejak 2023, CEO Meta Mark Zuckerberg telah menyatakan bahwa perusahaan akan berfokus pada pengembangan AI generatif, otomatisasi iklan, dan efisiensi operasional.
Namun demikian, Zuckerberg tetap optimistis dengan masa depan teknologi augmented dan virtual reality. Ia menyatakan bahwa teknologi ini masih menjadi bagian penting dari visi jangka panjang perusahaan. (C-13)

