Asing Berbalik Net Buy SBN Rp 1,33 Triliun, di Saham Lanjut Net Sell
JAKARTA, investortrust.id - Berdasarkan data terbaru DJPPR, investor asing berbalik mencatatkan net buy SBN Rp 1,33 triliun Rabu (23/04/2025). Sedangkan di pasar saham, investor asing masih melanjutkan net sell Rp 0,51 triliun dalam perdagangan di Bursa Efek indonesia Kamis (24/04/2025).
Net foreign capital inflows itu menambah akumulasi penjualan bersih saham oleh asing di Bursa Efek Indonesia month to date menjadi Rp 20,95 triliun. “Sedangkan secara year to date, asing mencatatkan net sell Rp 50,88 triliun,” papar manajemen BEI dalam keterangan di Jakarta, Kamis sore.
Baca Juga
Penjualan bersih asing itu menekan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia turun 20,9 poin (0,32%) pada Kamis (24/04/2025), menjadi 6.613,48. Berdasarkan catatan Investortrust, pelemahan indeks dipicu merosotnya harga sejumlah saham big cap, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Penurunan juga dipicu kejatuhan saham properti yang dikendalikan taipan Sugianto Kusuma atau Aguan, yaitu PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK).
Net sell oleh asing terbanyak melanda lima saham. Ini adalah saham BBCA senilai Rp 656,08 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 79,49 miliar, PT FAP Agri Tbk (FAPA) Rp 75,08 miliar, PANI Rp 65,29 miliar, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 38,72 miliar.
Sebaliknya, lima saham menorehkan pembelian bersih jumbo oleh asing . Ini mencakup saham BMRI senilai Rp 337,86 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 185,43 miliar, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 35,91 miliar, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) Rp 26,94 miliar, dan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) Rp 25,51 miliar.
Berdasarkan sektor, pelemahan IHSG dipicu penurunan harga saham sektor consumer primer, properti, dan keuangan. Sebaliknya, harga saham sektor consumer non- primer, industri, material dasar, dan kesehatan berhasil menguat.
SBN Net Buy Rp 14 Triliun Ytd
Sedangkan di pasar SBN, data terbaru yang dirilis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) adalah transaksi Rabu, dengan non-resident di pasar SBN rupiah yang dapat diperdagangkan berbalik arah mencatatkan pembelian neto Rp 1,33 triliun, dari jual bersih Rp 0,7 triliun hari sebelumnya.
Namun, secara month to date, asing masih mencatatkan penjualan bersih Rp 1,12 triliun hingga Rabu. Sedangkan secara year to date, asing mencatatkan pembelian bersih mencapai Rp 14,11 triliun hingga Rabu.

