Produsen Ungkap RI Masih Bergantung dengan Kedelai Impor AS Dibanding Brasil
JAKARTA, investortrust.id - Indonesia merupakan salah satu negara pengimpor kedelai dunia. Sekitar 80% kebutuhan kedelai dalam negeri dipasok dari luar negeri. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengimpor sebanyak 2,16 juta ton kedelai pada periode Januari-September 2024 senilai US$ 1,1 miliar.
Negara pemasok kedelai terbesar ke Indonesia adalah Amerika Serikat (AS) sebanyak 1,93 juta ton, diikuti Kanada 0,21 juta ton. Jika China berupaya mencari sumber impor kedelai dari negara lain karena perang dagang dengan AS, Indonesia dinilai tidak bisa lepas dengan impor kedelai dari AS.
Diketahui, dinamika pasar dan hubungan perdagangan dengan AS membuat China melakukan diversifikasi sumber impor kedelai, yakni meningkatkan pembelian dari negara lain, seperti Kanada dan Rusia meskipun jumlahnya masih lebih kecil dibandingkan produksi dari AS dan Brasil.
Baca Juga
Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) Aip Syaifuddin menjelaskan, kualitas kedelai AS lebih baik dibandingkan Brasil. Sedangkan Brasil hanya cocok menjadi bahan baku tempe, tetapi tidak untuk tahu.
"Kalau kedelai Amerika dibuat tempe dan tahu itu bagus, bisa. Kalau kedelai Brasil, dibikin tahu susah. Jadi cocoknya hanya untuk tempe, sehingga anggota saya lebih suka kedelai Amerika daripada Brasil," ungkapnya kepada investortrust.id, Sabtu (5/4/2025).
Ia menyebutkan, kondisi udara dan alam Amerika dan Brasil menjadi pembeda kualitas kedelai yang dihasilkan meskipun kedua negara menggunakan modifikasi atau rekayasa genetika (genetically modified organism) pada kedelai yang diproduksi.
Hal berbeda dengan kondisi di Indonesia. Aip mengungkapkan, kedelai yang dihasilkan Tanah Air bersifat murni sehingga jumlah produksi yang dihasilkan jauh di bawah kedua negara itu.
"Iya, makanya dari Amerika atau Brasil itu 1 hektare (ha) tanah bisa menghasilkan 4 atau 5 ton kedelai. Kalau kedelai lokal Indonesia, 1 ha itu mungkin antara 1 sampai 2 ton maksimum," paparnya.
Oleh sebab itu, Aip menegaskan bahwa hingga saat ini produsen tahu dan tempe di Indonesia masik ketergantungan dengan impor kedelai dari AS, dan tidak bisa menggantikannya dengan produksi Brasil. "Enggak bisa, enggak bisa, karena memang kami perajin tempe tahu lebih suka kedelai impor (AS)," ungkap Aip.
Pemain kedelai dunia
Sebagai gambaran, AS masih menjadi salah satu pemasok kedelai di dunia. Meski kini berada di bawah Brasil, tetapi negara Paman Sam tersebut sempat menguasai 80% ekspor kedelai dunia sejak tahun 1970-an.
Baca Juga
Kendati demikian, pangsa pasar kedelai dari AS semakin menurun hingga menjadi 27% atau dengan jumlah produksi 118,84 juta metrik ton. Sedangkan Brasil memiliki volume produksi 169 juta metrik ton atau 40% dari produksi dunia.
China diketahui sebagai negara yang mengimpor kedelai terbanyak di dunia karena kebutuhan, yakni sebanyak 99,41 juta ton atau 25,8% dari total konsumsi kedelai dunia pada 2023. Mayoritas sumber komoditas ini berasal dari AS dan Brasil.
Pada 2023, ekspor kedelai AS ke Tiongkok mengalami penurunan signifikan sekitar 27% menjadi US$ 12,84 miliar, dari tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan produksi kedelai Brasil naik mencapai rekor tertinggi, sehingga meningkatkan persaingan di pasar global.

