Dompet Dhuafa Sebut Pengelolaan Zakat Bisa Tekan Kemiskinan Ekstrem
JAKARTA, investortrust.id - Yayasan Dompet Dhuafa Republika, pengelola lembaga filantropi Dompet Dhuafa, meyakini pengelolaan zakat yang optimal dapat membantu pemerintah untuk menekan angka kemiskinan ekstrem di Indonesia. Keyakinan ini sekaligus menyambut positif pandangan serupa yang sempat disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sekretaris Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Etika Setiawanti mengungkap, seluruh lembaga amil zakat pada prinsipnya menginginkan agar dana sosial yang dikelola dapat berkontribusi positif terhadap pemberdayaan masyarakat. Dia menyebut golongan orang-orang yang berhak menerima zakat atau asnaf, salah satunya adalah kelompok fakir dan miskin.
"Nah fakir dan miskin ini kan artinya kita memberikan intervensi kepada masyarakat miskin dalam berbagai bentuk program, seperti pendidikan, ekonomi, sosial, dakwah, dan budaya," kata dia kepada Investortrust, usai menyalurkan zakat fitrah bersama Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) 56 di Kebayoran Lama, Jakarta, Sabtu (29/3/2025).
Sehingga, lanjut dia, pengelolaan zakat idealnya dapat mengubah taraf hidup seseorang menjadi leih baik. Dia berujar zakat sejatinya tidak hanya membantu dalam hal-hal yang bersifat darurat, melainkan harus memberdayakan masyarakat yang membutuhkan.
Etika yang juga menjabat sebagai direktur mobilisiasi sumber daya Dompet Dhuafa itu menuturkan, pada tahun 2024 lalu lembaga tersebut berhasil mengintervensi sebanyak 3,2 juta penerima manfaat. Upaya itu, kata dia, menjadi salah satu cara untuk membantu pemerintah menekan angka kemiskinan ekstrem di Indonesia.
"Apakah efektivitas zakat tersebut bisa langsung mengubah taraf hidup seseorang? Nah ini membutuhkan proses dan juga kaji dampak yang harus diukur setiap waktu, idealnya kita mentargetkan setiap orang berubah taraf hidupnya dalam waktu dua tahun. Kita dampingi, kita berikan permodalan, kemudian kita kembangkan usahanya," beber dia.
Diberitakan Presiden Prabowo Subianto menegaskan pengelolaan zakat harus dilakukan secara transparan dan efektif, sehingga dapat sampai ke masyarakat yang membutuhkan.
Hal itu ditegaskan Prabowo dalam sambutan saat menyerahkan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (27/3/2025).
“Pengelolaan zakat harus dilakukan transparan dan efektif, sebagaimana semuanya, pekerjaan pemerintahan kita juga harus transparan, harus efektif, harus sampai ke rakyat yang membutuhkan. Harus dilaksanakan dengan pengelolaan yang sebersih-bersihnya dan setertib-tertibnya,” tegas Prabowo.
Prabowo mengajak semua pihak untuk sama-sama mengulurkan tangan dan membantu mereka yang membutuhkan dengan berzakat, berinfak, dan bersedekah.
“Dengan berzakat kita akan memperdalam rasa syukur dan terima kasih kita kepada Allah Swt atas segala karunia yang telah diberikan kepada kita. Dengan berzakat, kita dapat berbagi dengan sesama, kita dapat menolong kaum dhuafa, meringankan beban hidup mereka, dan juga menghindarkan hidup dari sifat kikir,” kata Prabowo.
Prabowo menyampaikan potensi besar zakat di Indonesia yang dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memerangi kemiskinan. Dengan potensi zakat yang besar ini, Prabowo optimistis Indonesia bisa mengentaskan kemiskinan ekstrem dalam waktu yang relatif singkat.
"Tadi dilaporkan bahwa potensi kita masih banyak, masih sangat besar yaitu Rp327 triliun, penerimaan tahun ini Rp 41 triliun, dalam perhitungan kita, kita dapat menghilangkan kemiskinan absolut hanya dengan sekitar Rp30 triliun," ujarnya.

