Cek Breaking News, Analis Paparkan Penyebab Rupiah Anjlok Terdalam Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id - Cek breaking news, analis paparkan penyebab rupiah sempat anjlok terdalam tahun ini. Berdasarkan data Yahoo Finance, nilai tukar mata uang Garuda sempat merosot 85 poin atau 0,51% pada pukul 09.21 WIB, menembus level psikologis Rp 16.600, tepatnya Rp 16.634 per dolar Amerika Serikat.
Level itu adalah posisi kurs rupiah terendah terhadap greenback tahun ini (year to date).
Baca Juga
Indeks Dolar Menguat dan Asing Keluar, Bagaimana Nasib Rupiah?
Penjelasan Lengkap Analis
Simak penjelasan lengkap analis rupiah Ibrahim Assuaibi pada Selasa (25/03/2025) siang, sebagai berikut:
Rupiah pada perdagangan hari ini terus mengalami pelemahan, sudah menyentuh di level Rp 16.620 per dolar AS. Apa sih yang menyebabkan rupiah melemah begitu tajam?
Kita harus ingat bahwa secara eksternal, geopolitik masih terus memanas, di mana Amerika Serikat sudah mengancam terhadap Iran, sudah memberikan satu ultimatum, perang atau menghentikan reaktor nuklirnya. Artinya apa? Ini suatu ancaman untuk negara-negara Timur Tengah bahwa Amerika siap melakukan penyerangan terhadap Iran.
Di sisi lain juga, Israel melakukan genosida tahap kedua di jalur Gaza yang begitu besar, dan ini pun mendapatkan kritikan-kritikan bagi masyarakat di Israel sendiri dengan melakukan demonstrasi-demonstrasi. Tetapi, kita lihat bahwa Israel sendiri menganggap bahwa jalur Gaza adalah wilayahnya, sehingga terus melakukan pengeboman.
Ada juga tentang masalah Yemen dan Haiti, yang terus melakukan penyerangan terhadap kapal-kapal yang berlayar di Laut Hitam. Ini begitu masif, sehingga hampir 80% kapal-kapal dagang yang melalui Laut Hitam itu berbelok menggunakan jalur Afrika, Laut Afrika.
Sehingga, harga-harga transportasi begitu naik tinggi dan akan membuat biaya cukup mahal dan harga pun akan naik. Ini akan membuat inflasi kembali naik.
Baca Juga
Tony Blair dan Sri Mulyani Tak Disebut Saat Launching Pengurus Danantara, Ada Apa?
Kemudian, kita melihat bahwa 2 April itu biaya (tarif) impor tambahan akan diberlakukan AS dan ini yang memberatkan pasar. Memberatkan pasar lantaran harga-harga akan kembali mengalami kenaikan.
Dari segi internal sendiri, kita tahu ada soal Danantara. Ada juga permasalahan tentang ucapan-ucapan presiden yang mengatakan bahwa saham adalah judi, kemudian indeks saham jatuh tidak ada hubungannya dengan masyarakat kelas bawah dan lain-lain. Ini juga membuat frustasi bagi para investor, sehingga banyak dana asing keluar dari pasar modal Indonesia.
Di sisi lain, Danantara yang kemarin kepengurusannya sudah dibentuk, saya melihat hal itu kemudian membuat asing kembali keluar. Kenapa? Karena tidak mau pasar modal itu diintervensi oleh pemerintah.
Karena kami melihat bahwa pemerintah terus melakukan intervensi, apalagi Bareskrim juga sudah membuat statement akan mengawasi pasar modal dan ini ada intervensi pemerintah terhadap mekanisme pasar, terhadap pasar modal, sehingga dianggap tidak aman bagi para investor.
Investor menginginkan pemerintah dan lembaga-lembaga tertentu hanya mengawasi saja. Nah, itu salah satu yang membuat rupiah terus mengalami kelemahan.

