Indeks Dolar Menguat dan Asing Keluar, Bagaimana Nasib Rupiah?
JAKARTA, investortrust.id - Asing masih keluar dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia maupun saham hingga Senin (25/03/2024) dan indeks dolar Amerika Serikat menguat Selasa pagi. Lalu, bagaimana nasib rupiah pagi ini?
Rupiah tercatat lanjut melemah terhadap greenback pada perdagangan valas di pasar spot Selasa (18/03/2025) pagi. Berdasarkan data Yahoo Finance, nilai tukar mata uang Garuda merosot 85 poin atau 0,51% pada pukul 09.21 WIB, menembus level psikologis Rp 16.600, tepatnya Rp 16.634 per dolar AS.
Seiring aliran dana asing keluar, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia anjlok 1,55% pada perdagangan Senin (24/03/2024), ditutup ke level 6.161,22. IHSG juga sempat terpuruk dalam menembus level psikologis di bawah 6.000.
"Sedangkan di bursa AS, pada Senin waktu setempat, indeks utamanya ditutup menguat. Sentimen positif datang dari pernyataan Presiden AS Donald Trump yang memberikan sinyal akan menunda atau melonggarkan kebijakan tarif," kata analis pasar modal Reza Priyambada di Jakarta, Selasa pagi.
Baca Juga
Saat laporan analisis pagi kami dibuat, lanjut Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) itu, saham-saham bursa Asia diperdagangkan menguat. Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 1,15% dan indeks Kospi Korsel naik 0,31%.
Net Sell Jumbo dari SBN
Sementara itu, investor asing masih mencatatkan net sell saham Rp 0,16 triliun pada Senin (24/03/2025). Asing juga membukukan penjualan bersih jumbo di Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia senilai Rp 3,52 triliun pada Jumat lalu.
Aliran foreign capital outflows itu menambah akumulasi penjualan bersih saham oleh asing di Bursa Efek Indonesia month to date menjadi Rp 11,44 triliun hingga kemarin. “Sedangkan secara year to date, asing mencatatkan net sell Rp 33,34 triliun. Ini setara dengan US$ 2.01 miliar,” papar manajemen BEI dalam keterangan di Jakarta, kemarin sore.
Sedangkan di pasar SBN, data terbaru yang dirilis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) adalah transaksi Jumat lalu, dengan non-resident di pasar SBN rupiah yang dapat diperdagangkan mencatatkan penjualan neto Rp 3,52 triliun. Akibatnya menggerus akumulasi pembelian bersih secara month to date, menjadi Rp 6,84 triliun hingga Jumat lalu dan secara year to date ke Rp 20,35 triliun hingga Jumat lalu.
Baca JugaIHSG Dibuka Melesat 1,07% Ditopang Kenaikan Saham Bank Besar Berikut
Rupiah terhadap Euro
Sementara itu, rupiah tercatat juga melemah 91 poin atau 0,51% terhadap euro. Pada pukul 10.12 WIB, rupiah ditransaksikan Rp 17.958 per euro, sehingga sudah melemah 7,80% year to date.
Kurs rupiah juga terdepresiasi terhadap hard currency yang lain. Misalnya terhadap yen Jepang, kurs rupiah melemah 0,54 poin atau 0,49% ke level Rp 110,38. Secara ytd, rupiah sudah terdepresiasi 7,74%.

