Selasa, Pemerintah Cairkan Mayoritas THR ASN, Polri, dan TNI
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pencairan tunjangan hari raya (THR) untuk para aparatur sipil negara (ASN) di tingkat pusat telah mencapai Rp 11,56 triliun pada Selasa (18/03/2025) hingga pukul 16.00 WIB. Pemerintah juga sudah membayarkan THR untuk sebagian anggota TNI dan Polri.
“Artinya, kita telah merealisasi 94,73% dari target pembayaran ASN pusat. Jumlah target yang akan terima THR adalah 2,17 juta pegawai,” kata Sri Mulyani di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Selasa (18/03/2025).
Baca Juga
Pencairan THR itu, lanjut Sri, untuk 1,19 juta pegawai pemerintah pusat. Ini terdiri dari 734.005 orang PNS dengan nilai pencairan sebesar Rp 6,23 triliun, dan untuk 98.843 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) senilai Rp 377,37 miliar. Selain itu, untuk 146.385 orang Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) dengan nilai transfer Rp 489,93 miliar.
“Untuk kementerian atau lembaga (K/L) sudah 95 K/L. Ini 100% sudah melakukan pembayaran THR-nya,” kata dia.
Pemda Tertinggal
Pemerintah juga sudah membayarkan THR untuk 474.946 personel TNI. Total anggaran untuk ratusan ribu prajurit itu sebesar Rp 2,65 triliun. Adapun anggota Polri yang sudah diberikan THR sebanyak 457.241 orang, dengan anggaran Rp 1,8 triliun.
Baca Juga
Mantan Managing Director dan Chief Operating Officer (COO) Bank Dunia itu juga menjelaskan, pembayaran THR pensiunan hingga 17 Maret 2025 sudah mencapai target sebesar Rp 11,78 triliun untuk 3.643.828 pensiunan. Anggaran ini telah disalurkan ke rekening pensiunan sejumlah Rp 11,57 triliun untuk 3.577.359 pensiunan, atau 98,18% dari target penyaluran.
"Ini dengan rincian PT Taspen sebesar Rp 10,19 triliun untuk 3.095.503 pensiunan (98,37%). Sedangkan PT Asabri sebesar Rp 1,37 triliun untuk 481.856 pensiunan (96,92%)," ucapnya.
Sampai saat ini, imbuh dia, juga telah direalisasikan pembayaran THR pada 11 pemda dari 542 pemda kabupaten/kota (2,03%). Jumlah realisasinya sebesar Rp 242,19 miliar untuk 44.534 pegawai.

