IHSG Anjlok di tengah RDG BI, Rupiah Ditutup Merosot
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah menghadapi sejumlah sentimen penting yang datang dari internal maupun eksternal sepanjang perdagangan valas, Selasa (18/03/2025) hari ini. Berdasarkan data Jisdor Bank Indonesia (BI), transaksi rupiah sore ini ditutup dengan kurs merosot 53 poin (0,32%) ke level Rp 16.432 per dolar Amerika Serikat, setelah Bursa Efek Indonesia sempat melakukan penghentian perdagangan sementara lantaran indeks harga saham gabungan (IHSG) sudah anjlok 5% lebih.
Dari data perdagangan di pasar spot valas yang dicatat Yahoo Finance, kurs rupiah bergerak melemah 25 poin (0,15%) ke level Rp 16.420 per dolar AS. Pada perdagangan kemarin yang dipantau Yahoo Finance, kurs rupiah juga ditutup melemah di posisi Rp 16.395 per dolar AS.
Sejumlah sentimen tercatat memengaruhi pasar keuangan domestik sepanjang hari ini, di tengah dimulainya Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 18-19 Maret 2025. Pasar menantikan arah kebijakan suku bunga acuan (BI Rate) selanjutnya. Dalam pertemuan 18-19 Februari 2025, RDG mempertahankan suku bunga acuan 5,75%.
Analis PT Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin memprediksi, bank sentral bakal mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% dalam pertemuan kali ini. "BI diperkirakan mempertahankan suku bunga di 5,75% pada bulan ini. Namun, pelaku pasar akan mencermati lebih jauh bagaimana pandangan BI terhadap kondisi ekonomi terkini dan intervensinya terhadap stabilisasi nilai tukar rupiah," katanya kepada Investortrust, dikutip Selasa (18/03/2025).
Baca JugaEmas Tembus US$ 3.000, Pasar Menanti Sinyal Dovish dari The Fed
Dari sisi eksternal, menurut Nanang, perhatian pasar juga akan menyorot serangkaian rapat bank sentral utama yang melakukan pertemuan pada pekan ini. Salah satunya adalah The Fed.
Dia menyebut, The Fed hampir dipastikan tidak akan mengubah suku bunga acuan AS kali ini. Fed Funds Rate tercatat berada di 4,25-4,50% .
"Powell diperkirakan akan mempertimbangkan data-data terbaru baik tenaga kerja, inflasi, manufaktur, dan pertumbuhan ekonomi AS. Bila data makro yang belakangan mulai melambat, bisa saja ruang pemangkasan suku bunga akan terbuka dan persentasenya pun akan besar," ujarnya.
Anjlok IHSG
Dari pasar domestik, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menerapkan penghentian perdagangan sementara (trading halt), setelah penurunan IHSG menembus 5% lebih. Bursa telah memberikan keterangan resmi sebelum perdagangan sesi I ditutup.
“Kami menginformasikan bahwa hari ini, Selasa 18 Maret 2025, telah terjadi trading halt sistem perdagangan di BEI pada pukul 11:19:31 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS). Ini dipicu penurunan IHSG mencapai 5%. Perdagangan akan dilanjutkan pukul 11:49:31 waktu JATS, tanpa ada perubahan jadwal perdagangan,” tulis keterangan resmi yang ditandatangani Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi siang ini.
Baca JugaHarga Emas Antam Kembali Cetak Rekor Jelang Pertemuan The Fed
Bursa menjelaskan, pembekuan dilakukan sesuai Surat Keputusan Direksi BEI No Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat.

