Sarankan Prabowo Audit Coretax, Luhut: 10 Tahun Nggak Jadi-jadi!
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyarankan ke Presiden Prabowo Subianto untuk mengaudit Coretax. Pembuatan sistem perpajakan Coretax yang nyaris sepuluh tahun tak kunjung selesai, membuat Luhut geram.
“Masa Coretax sudah 10 tahun nggak jadi-jadi? Ada apa ini?” kata Luhut di Kumparan The Economic Insights 2025, Jakarta, Rabu (19/2/2025).
Luhut telah menyarankan Prabowo untuk mengaudit layanan Coretax tersebut. Meski ada undang-undang yang menyebut tak boleh dilakukan audit, tapi Prabowo berhak melihat kekurangan sistem digital pajak tersebut.
“Makanya saya sarankan Presiden audit saja (Coretax)” ucap dia.
Baca Juga
Menurut Luhut, penerimaan pajak yang masih di bawah 10% ini menjadi persoalan bagi pemerintah. Dia berharap digitalisasi pajak yang dilakukan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Coretax dapat mengerek tax ratio dan meningkatkan PDB setara Rp 1.500 triliun.
Selain sistem perpajakan digital, Luhut menjelaskan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%, Indonesia harus menavigasi keadaan ekosistem perekonomian global yang diliputi pertikaian global. Untuk itu, Indonesia tidak perlu berkiblat pada salah satu kekuatan ekonomi dunia.
Sebab, menurutnya, Indonesia penduduk mencapai dengan 285 juta orang dapat menjadi pasar yang sangat besar. Dia berharap dapat memobilisasi anak-anak muda Indonesia untuk mengerjakan beberapa aplikasi digital, salah satunya GovTech.
“Jadi kalau ada yang bilang itu Indonesia gelap, yang gelap kau, bukan Indonesia. Jadi, kita jangan terus mengklaim salah sana sini,” kata dia.

