Ekonom Bank Mandiri Prediksi Surplus Perdagangan Turun Jadi US$ 1,47 Miliar
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Andry Asmoro memperkirakan neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2025 akan turun akibat dari pertumbuhan impor yang melebihi ekspor.
Surplus neraca perdagangan Indonesia diproyeksikan turun menjadi US$ 1,47 miliar pada Januari 2025, dibandingkan Desember 2024 yang mencapai US$2,24 miliar.
"Kontraksi karena pertumbuhan impor meningkat lebih cepat daripada ekspor," katanya melalui keterangan tertulis, dikutip Minggu (16/2/2025).
Baca Juga
Surplus Perdagangan Indonesia pada Januari 2025 Diproyeksi Menyusut
Kemudian ia mencatat ekspor diperkirakan tumbuh sebesar 9,5% (yoy), tetapi terkontraksi sebesar -4,4% (mom). Penurunan ekspor bulanan didorong oleh harga komoditas ekspor utama Indonesia yang lebih rendah, seperti batu bara, nikel, dan CPO.
"Namun, pertumbuhan ekspor tahunan tetap positif, didukung oleh peningkatan harga rata-rata CPO sebesar 20,4% (yoy) pada Januari-25 dan pertumbuhan volume ekspor batu bara yang kuat," lanjutnya.
Sementara itu data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan bahwa volume ekspor batu bara meningkat sekitar 28% (yoy) pada Januari 2025, sedangkan harga batu bara terkontraksi sekitar 8,7% (yoy). "Berdasarkan estimasi kami, nilai ekspor batu bara tumbuh 16% (yoy) pada Januari 2025," tuturnya.
Dari satu sisi PMI manufaktur Indonesia meningkat menjadi 51,9 dari 51,2, didorong oleh meningkatnya permintaan ekspor dan peningkatan pembelian bahan baku secara bulanan. Adapun impor diperkirakan tumbuh 13,4% (yoy) tetapi terkontraksi -1,2% (mom), mencerminkan perbaikan kinerja sektor manufaktur Indonesia, yang telah mendorong peningkatan permintaan impor bahan baku.
Baca Juga
Beruntun 56 Kali, Neraca Perdagangan Surplus US$ 2,24 Miliar Desember
Selain itu harga minyak Brent rata-rata pada Januari 2025 turun 1% (yoy) tetapi naik 7,1% (mom). "Secara historis, impor mesin dan bahan baku cenderung melambat di awal tahun dibandingkan dengan akhir tahun sebelumnya, sejalan dengan normalisasi produksi," ungkap Andry.
Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) neraca perdagangan Indonesia pada bulan Desember 2024 surplus US\$2,24 miliar. Surplus ini terjadi karena nilai ekspor lebih tinggi daripada nilai impor. Lebih rinci, kinerja neraca perdagangan Indonesia per Desember 2024 antara lain nilai ekspor mencapai U$23,46 miliar, impor US$21,22 miliar.

