Bank Mandiri Proyeksikan Surplus Neraca Perdagangan Mei 2025 Capai US$ 2,91 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Bank Mandiri memperkirakan neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2025 akan mencatat surplus sebesar US$ 2,91 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan April 2025 yang hanya US$ 0,16 miliar. Proyeksi ini sejalan dengan penurunan impor dan normalisasi aktivitas ekspor setelah libur Idulfitri.
Menurut Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro, kinerja ekspor diperkirakan tumbuh 0,7% year-on-year (yoy) atau naik 8,38% month-on-month (mom). Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya aktivitas perdagangan global menjelang penerapan tarif resiprokal oleh Presiden AS Donald Trump.
Baca Juga
Neraca Dagang Mei 2025 Diprediksi Surplus Jumbo, Perang Iran-Israel Tak Buat Ekspor RI Goyang
Namun, pertumbuhan ekspor diperkirakan tetap terbatas karena harga komoditas utama seperti batubara, CPO, dan nikel masih dalam tren moderat. Selain itu, aktivitas manufaktur yang lemah turut menekan ekspor, tercermin dari PMI Manufaktur yang masih di wilayah kontraksi.
“Ekspor meningkat karena normalisasi hari kerja, tetapi dibayangi harga komoditas yang melemah dan penurunan permintaan global,” jelas Andry, Senin (30/6/2025).
Baca Juga
Neraca Perdagangan Surplus Beruntun 60 Bulan, Capai US$ 0,16 Miliar April
Di sisi impor, Bank Mandiri memperkirakan pertumbuhan tahunan sebesar 0,88% yoy, namun turun 4,93% secara bulanan, mencerminkan penurunan setelah lonjakan impor mesin di bulan sebelumnya. PMI manufaktur yang hanya mencapai 47,4 menunjukkan kontraksi sektor industri yang terus berlanjut.
Surplus dagang yang tinggi pada Mei juga menjadi indikasi tekanan eksternal yang relatif terkendali, sekaligus menjadi bantalan penting terhadap stabilitas nilai tukar rupiah dan neraca transaksi berjalan.

