Surplus Perdagangan Indonesia pada Januari 2025 Diproyeksi Menyusut
JAKARTA, investortrust.id - Surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2025 diprediksi kembali turun. Perkiraan ini didorong oleh normalisasi harga komoditas dan peningkatan kekhawatiran perang dagang.
“Surplus perdagangan Indonesia diperkirakan berlanjut, meskipun menyempit dari US$ 2,24 miliar pada Desember 2024 menjadi US$ 1,76 miliar pada Januari 2025,” kata Ekonom Bank Permata Josua Pardede, Minggu (16/2/2025).
Baca Juga
Jepang Catat Rekor Surplus Transaksi Berjalan pada 2024, Ini Penopangnya
Berdasarkan data Baltic Dry Index, kata Josua, tren penurunan yang signifikan pada Januari 2025 mengindikasikan perlambatan global dan permintaan untuk pengiriman bahan baku. Kondisi ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai risiko perang dagang 2.0 dan perlambatan global.
Dia memprediksi, ekspor dan impor Indonesia pada Januari 2025 akan turun secara bulanan. Ekspor diproyeksi turun 7,42% secara bulanan. Kontraksi ini didorong oleh melemahnya permintaan eksternal.
“Terutama dari China, di mana indikator ekonomi menunjukkan sinyal perlambatan yang berkelanjutan. Selain itu, harga komoditas global terus mengalami normalisasi,” ucap dia.
Baca Juga
Beruntun 56 Kali, Neraca Perdagangan Surplus US$ 2,24 Miliar Desember
Sementara itu, dari sisi impor, kontraksi diproyeksi sebesar 5,85% secara bulanan. Proyeksi didasari oleh tren awal tahun secara umum, namun diperlemah oleh tekanan dari permintaan domestik.
Kepala Ekonom Bank Danamon Hosiana Situmorang secara khusus Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur Indonesia mengalami kenaikan. Mesk naik tipis, PMI Manufaktur Indonesia menunjukkan masih berada di level ekspansif. “PMI Manufaktur Indonesia naik dari 51,2 menjadi 51,9,” kata Hosiana.
Badan Pusat Statistik (BPS) besok akan melaporkan perkembangan ekspor dan impor Indonesia pada Januari 2025. Dalam berita resmi statistik tersebut BPS akan melaporkan kinerja ekspor, impor, dan neraca perdagangan Indonesia pada awal bulan 2025.

