Prabowo Ingin Turunkan Harga yang Bebani Rakyat
BOGOR, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto ingin dikenang sebagai presiden yang dapat menurunkan harga-harga yang dapat membebani pengeluaran masyarakat. Hal itu disampaikan Prabowo saat berpidato di HUT ke-17 Partai Gerindra.
“Saya mau jadi Presiden yang turunin harga. Yang boleh naik harga gabah petani,” kata Prabowo di SICC, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/02/2025).
Baca Juga
Rakyat Mengharapkan Hasil Nyata
Ketua Umum Partai Gerindra tersebut mengatakan, masyarakat menanti baktinya dan hasil nyata dari kebijakan yang dia buat. Beberapa dari keputusan tersebut telah membuahkan hasil.
“Saudara-saudara, saya ingin ingatkan, rakyat menanti bakti kita, rakyat mengharapkan hasil nyata, hasil nyata. Harga (tiket) pesawat terbang turun, dan, harus turun lagi kalau bisa, kalau bisa. Harga naik haji, turun. Ada menteri agama di sini? Badan haji ada? Kalau bisa, ongkos naik haji turun lagi,” ujar dia.
Baca Juga
Menyikapi Kebijakan Trump lewat Washington Consensus Terbaru
Prabowo mengatakan pemerintahannya ingin terus menurunkan harga yang membebani masyarakat dan tidak ingin mengecewakan rakyat. Masyarakat tidak boleh dikecewakan.
“Saudara-saudara, janganlah kita mengecewakan rakyat. Terima kasih perjuangan kalian. Terima kasih kesetiaanmu,” kata dia.
Sebelumnya, Prabowo mendesak para pengusaha agar tidak mencekik para petani. Untung yang diambil harus dalam porsi yang wajar.
“Pengusaha mau untung jangan mencekik petani-petani kita. Daripada mencekik (petani), lebih baik saya cekik kau,” ucap dia.
Menteri Pertahanan era Kabinet Indonesia Maju tersebut mengatakan, pengusaha boleh mengambil untung. Namun, rakyat juga harus sejahtera.
“Boleh untung tapi untung yang wajar, rakyat kita harus sejahtera. Petani kita harus dapat keuntungan yang cukup,” kata dia.
Prabowo berharap pengusaha mematuhi aturan yang diberlakukan pemerintah. Pemerintah akan bertindak berdasarkan hukum.
"Kalau kau tidak patuh, kami akan bertindak dan dasar hukum saya adalah UUD 1945 Pasal 33. Perekonomian disusun atas azas kekeluargaan, kemudian, bumi dan air (dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat)," ucap dia.

