Bantah Salah Tafsir Efisiensi Anggaran K/L, Mensesneg: Hanya Beda Pemahanan
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membantah rekonstruksi anggaran yang dijalankan pemerintah akibat kesalahan tafsir di masing-masing kementerian/lembaga (K/L).
“Banyak teman-teman K/L bukan salah tafsir, tidak. Tetapi, yang terjadi perbedaan pemahaman,” kata Prasetyo, di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (14/2/2025).
Baca Juga
Menkeu Pastikan Tak Ada PHK Honorer di Kementerian dan Lembaga Imbas Efisiensi Anggaran
Perbedaan pemahan tersebut, menurut dia, membuat beberapa anggaran beasiswa, pendidikan tinggi, dan gaji pegawai honorer, tidak ada. “Terus kita berikan penjelasan, sehingga yang terjadi seperti sekarang ini,” kata dia.
Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Wihadi Wiyanto menjelaskan rekonstruksi efisiensi anggaran muncul, karena terjadi kesalahan komunikasi antara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan kementerian/lembaga (K/L). “Itu (rekonstruksi anggaran) karena miskomunikasi antara Kemenkeu dengan K/L,” kata Wihadi, saat ditemui di Gedung Nusantara I DPR, Kamis (13/2/2025).
Dia menjelaskan kesalahan komunikasi ini memicu K/L salah menafsirkan 16 komponen yang diajukan Kemenkeu mengenai efisiensi. Akibat kesalahan ini, Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati disebut menyisir kembali pemangkasan anggaran di tiap K/L.
Baca Juga
Legislator Sebut Ada Salah Komunikasi dalam Penyusunan Efisiensi Anggaran K/L
Salah satu contoh anggaran yang dipelototi yaitu kesalahan pemotongan anggaran perjalanan dinas. Komponen perjalanan dinas mencapai 80% atau 90%. Sebetulnya, pemotongan perjalanan dinas itu bukan dipotong 80% atau 90%.
Wihadi menjelaskan seharusnya pemotongan itu berdasarkan perjalanan dinas mana yang dianggap tidak diperlukan.

