Ini Pendorong Harga Emas Dunia Melonjak
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas melonjak ke level US$ 2.792 per troy ons Jumat, (31/1/2025) didorong ketidakpastian dari ancaman tarif dari Donald Trump. Di sisi lain, pasar masih wait and see mengenai data laporan inflasi yang dapat memberikan petunjuk tentang arah kebijakan The Fed.
Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) menunjukkan kecemasan akibat ketidakpastian semakin meningkat terkait kebijakan baru pemerintahan Trump mengenai perdagangan dan kebijakan luar negeri.
“Yang mana pengenaan tarif yang tinggi direncanakan Trump terhadap Meksiko dan Kanada per Sabtu besok, serta mempertimbangkan langkah serupa terhadap China,” tulis riset ICDX Jumat, (31/1/2025).
Baca Juga
Keputusan The Fed mempertahankan suku bunga pada Rabu (29/1) sesuai ekspektasi, dengan Jerome Powell menyatakan bahwa tidak ada urgensi untuk kembali menurunkannya dalam waktu dekat.
Analis memperkirakan permintaan domestik AS yang kuat kemungkinan akan membuat The Fed tetap berhati-hati dalam memangkas suku bunga. “Investor turut menanti laporan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS untuk bulan Desember yang akan rilis malam ini,” jelas riset tersebut.
Baca Juga
Indeks pengeluaran konsumsi pribadi AS diperkirakan meningkat menjadi 0,2% secara bulanan (MoM) pada Desember 2024 dari 0,1% MoM pada bulan sebelumnya. Sementara itu, indeks biaya ketenagakerjaan (ECI) AS diperkirakan naik menjadi 0,9% secara kuartalan (QoQ) untuk kuartal IV-2024 dari 0,8% QoQ pada kuartal sebelumnya.
“Masih tingginya inflasi dan ketidakpastian ekonomi lebih lanjut dapat membatasi kenaikan harga emas,” ulasnya.
Secara teknikal, ICDX memprediksikan harga emas meningkat dengan support saat ini beralih ke area US$ 2.750 dan resistance terdekat berada di area US$ 2.800 - US$ 2.810. Support terjauhnya berada di area US$ 2.700 - US$ 2.710, sementara untuk resistance terjauhnya berada di area US$ 2.850.

