Ancaman Trump Tarif 100% ke BRICS, Bagaimana Dampak ke Indonesia?
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) masih melakukan asesmen atau mengumpulkan dan menganalisis informasi serta data terkait kebijakan yang akan dikeluarkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Salah satu kebijakan yang direncanakan Trump adalah menaikkan tarif 100% terhadap produk negara-negara yang tergabung pada BRICS, yakni Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, Etiopia, Iran, Uni Emirat Arab, dan Indonesia.
"Belum bisa saya sampaikan, kami masih pada tahap asesmen. Jadi, masih dalam proses asesmen," ucap Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif di Kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Kamis (30/1/2025).
Baca Juga
Indonesia Kuat, Menggandeng India dan Membangun Rantai Pasok Melayu
Oleh sebab itu, Febri mengaku Kemenperin hingga kini belum bisa memaparkan dampak apa saja yang akan dialami oleh industri manufaktur terkait kebijakan-kebijakan Trump pada kepemimpinannya kali ini. Sebelumnya, Presiden Trump sempat mengungkapkan akan mengenakan tarif 100% terhadap negara-negara yang akan menciptakan mata uang baru BRICS, atau mendukung mata uang lain untuk menggantikan dolar AS.
"Kami membutuhkan komitmen dari negara-negara ini bahwa mereka tidak akan menciptakan mata uang baru BRICS, atau mendukung mata uang lain untuk menggantikan dolar AS yang perkasa, atau mereka akan menghadapi tarif 100% dan harus siap untuk mengucapkan selamat tinggal pada penjualan ke ekonomi AS yang luar biasa," ungkap Trump belum lama ini.
Baca Juga

