Pemerintah Minta Publik Sabar Tunggu Pelaksanaan MBG Secara Merata
JAKARTA, Investortrust.id – Menanggapi tingginya antusias masyarakat yang ingin agar anak mereka yang masih masuk dalam usia sekolah bisa segera menikmati program Makanan Bergizi Gratis, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional meminta agar masyarakat bersabar.
Disampaikan Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Amich Alhumami, harapan publik program MBG ini bisa langsung dilaksanakan dengan menjangkau penerima program secara luas.
“Kita berhadapan dengan harapan publik. Mereka amat mengharapkan prgram ini bisa segera menjangkau penerima makana begrizi gratis secara menyeluruh. Tentu saja bisa dimengerti, salah satu kendala adalah soal kesiapan teknis di lapangan, ketersediaan infrastrukturnya yang masih terbatas,” kata Amich dalam Focus Group Discussion bertema “Upaya Pemberdayaan Sektor Pangan dan Mengerek Pertumbuhan Ekonomi lewat MBG” yang digelar Investortrust.id, di Jakarta, Rabu (22/1/2025).
Menurutnya masyarakat harus memahami bahwa pelaksanaan program MBG ini harus melalui pentahapan, hingga akhirnya bsia dilakukan secara serentak dan menyeluruh, terhadap 82,9 juta jiwa penerima.
Baca Juga
Bappenas: Problem Gizi Rendah pada Anak Bisa Diatasi dengan Program MBG
Dalam kesempatan yang sama, Staf Khusus Badan Gizi Nasional Redy Hendra mengatakan, pada tahap pertama pelaksanaan MBG di tahun ini, Badan Gizi Nasional menargetkan program ini bisa dinikmati oleh 17,8 juta peserta didik, dan belum menyasar para ibu hamil dan ibu menyusui.
“Bersama Bappenas kami mendesain bersama-sama. Dengan total 5000 satuan pelayanan. Per hari ini BGN sudah mengoperasikan kurang lebih sekitar 230-an satuan pelayanan, ekuivalen kira-kira penerima manfaat sekitar 600.000-an jadi memang secara bertahap,” kata Redy.
Perlu dimaklumi, kata Redy, penerima manfaat MBG hyang ditetapkan pemerintah sebesar 82,9 juta jiwa ekuivalen dengan 2,5 lipat jumlah penduduk Malaysia. Jadi bisa dipahami bahwa untuk program yang begitu masif seperti MBG, dibutuhkan tahapan-tahapan agar bisa dilaksanakan secara menyeluruh.
Namun demikian, mengutip apa yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto, akan dilakukan percepatan, agar semua daftar penerima program bisa segera menikmati program MBG.
“Tetapi kita masih kesulitan terkait dengan fisik, terutama infrastruktur sarana dan prasarana. Karena percepatan program ini akan sangat berpengaruh terhadap penyiapan sarana dan prasarana. Seperti untuk tahap awal 2025 dengan anggaran Rp 71 triliun untuk target penerima 17,8 juta sampai akhir tahun 2025,” tutur Redy.

