Bappenas: Problem Gizi Rendah pada Anak Bisa Diatasi dengan Program MBG
JAKARTA, Investortrust.id – Presiden Prabowo Subianto memiliki misi membangun manusia Indonesia yang berkualitas, yang nantinya akan mampu merealisasikan visi Indonesia emas di tahun 2045. Sayangnya, bangsa ini masih menghadapi isu yang amat sangat serius terkait dengan gizi, sehingga sangat tepat jka Pemerintahan Prabowo - Gibran melansir program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sebagai solusi problem gizi pada anak dan ibu hamil.
Disampaikan Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Amich Alhumami, lewat program MBG pemerintah ingin mewujudkan manusia Indonesia yang berkualitas dengan berinvestasi di dua sektor sekaligus, yang pendidikan dan kesehatan, serta gizi.
“Betapa persoalan gizi bagi penduduk Indonesia menurut kelompok umur, terutama yang paling resiko tinggi dan harus kita antisipasi adalah di kelompok umur anak usia sekolah. Kekurangan gizi akan mengakibatkan perkembangan otaknya yang tidak maksimal, braind development yang terganggu,” ujar Amich dalam Focus Group Discussion bertema “Upaya Pemberdayaan Sektor Pangan dan Mengerek Pertumbuhan Ekonomi lewat MBG” yang digelar Investortrust.id, di Jakarta, Rabu (22/1/2025).
Dikatakan Amich, malnutrition juga tidak sekadar diartikan sebagai anak yang kekuarnagna gizi. Anak dengan obesitas atau kelebihan berat badan pun sejatinya merupakan bagian dari gejalan malnutrisi.
Jika problem malnutrisi ini tidak diatasi dengan baik, maka ke depan sang anak akan memiliki tingkat kemampuan kognitif dan kemampuan motorik yang rendah dan bisa meningkatkan risiko mengidap penyakit tidak menular.
“Jadi jangan dikira, penyakit-penyakit yang terbawa sampai usia dewasa itu sesungguhnya itu bermula dari ketika menangani masalah gizi (secara) buruk, tidak baik pada masa balita,” ujarnya, seraya menyebut bahwa akan ada ongkos ekonomi di masa mendatang, karena anak pengidap stunting berpotensi memiliki tingkat produktivitas yang juga rendah.
Untuk itu dibutuhkan sebuah program nyata dalam upaya pengentasan stunting, lewat cara penanganan di 1000 hari pertama kehidupan. Yakni pada 270 hari ketika janin masih dalam kandungan, dan 730 hari ketika lahir, sampai dengan rentang periode hingga 2 tahun.
Baca Juga
Belum Bisa Dilaksanakan Merata, MBG Nikmati Tambahan Rp 100 Triliun
“Di situ harus dipastikan asupan gizi bagi baik ibu hamil, maupun ibu menyusui, dan balita harus betul-betul bagus. Ini yang dilakukan melalui program makan bergizi gratis, menyasar pada kelompok yang akan menentukan lahirnya generasi baru yang betul-betul punya kualitas bagus,” tegas Amich.
Berikutnya, lanjut Amich, Presiden Prabowo Subianto mengombinasikan kelompok sasaran yang kedua-duanya amat strategis dalam upaya pengentasan stunting, yakni pemberian makan bergizi gratis pada anak usia sekolah dimulai dari PAUD, SD - Madrasah Ibtidaiyah, SMP - Madrasah Tsanawiyah dan juga Sekolah Menengah, SMA SMK dan juga Madrasah Aliyah.
“Ini adalah kelompok usia sekolah yang betul-betul akan menempuh pendidikan formal yang nanti akan menentukan kualitas manusia Indonesia,” tuturnya.
Sementara kelompok sasaran kedua itu adalah ibu hamil, ibu menyusui dan balita.

