Kurs Rupiah Dibuka Tergelincir Selasa Pagi
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang ditransaksikan antarbank pada Selasa pagi tergelincir enam poin (0,04%), menjadi Rp 15.865/USD. Dilansir Yahoo Finance, kemarin, nilai tukar mata uang Garuda berada di posisi Rp 15.859/USD.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuiabi mengatakan, prospek jangka panjang bank sentral terhadap suku bunga berubah tidak pasti. Inflasi AS yang tinggi dan ketahanan ekonominya kemungkinan akan memicu pelonggaran moneter yang lebih lambat pada tahun 2025. Meski demikian, pasar sebagian besar mempertahankan taruhan bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, minggu depan.
Baca Juga
Asing Mulai Net Buy Saham Rp 0,30 Triliun Senin, di SBN Net Sell Kamis
Sementara itu, analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong memproyeksikan kurs rupiah terhadap dolar AS masih bisa menguat, di tengah harapan stimulus yang lebih besar dari Cina. “Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas, oleh harapan stimulus yang lebih besar dari Cina,” kata nya pada awal perdagangan Selasa (10/12/2024), di Jakarta.
Namun, lanjut dia, investor masih menunggu dan mengantisipasi rilis data inflasi AS besok. Inflasi utama di negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu diproyeksikan akan naik dari 2,6% pada Oktober 2024, menjadi 2,7% pada November.
Baca Juga
China Terapkan Kelonggaran Moneter, Harga Minyak Mentah Menguat Lebih dari 1%

