Erick Thohir Pede Target Setoran Dividen BUMN 2025 Tercapai, Ini Alasannya
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir optimistis target setoran dividen BUMN sebesar Rp 90 triliun pada 2025 bakal tercapai.
Optimisme Erick bukan tanpa dasar, dirinya meyakini target tersebut bakal tercapai apabila melihat capaian setoran dividen tahun ini. Pada 2024, setoran dividen BUMN ditetapkan sebesar Rp 85 triliun oleh Badan Anggaran (Banggar) DPR dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
“Dividen sudah diketok Rp 90 triliun oleh Kemenkeu, kalau kita lihat bukunya ini tinggal 2-3 bulan. Mudah-mudahan tercapai,” kata Erick di kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Jumat (1/11/2024).
Baca Juga
Menteri BUMN Siapkan Penyelamatan Indofarma (INAF), Ada Opsi Produksi Obat Herbal
Lebih lanjut, Erick menyebutkan, Kementerian BUMN berkonsolidasi dengan seluruh perusahaan pelat merah dan kementerian/Lembaga, sehingga tidak ada lagi tumpang tindih antarkebijakan yang menghambat BUMN untuk mengejar target tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Erick juga mengungkapkan bahwa dirinya akan mengikuti rapat kerja bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto dan para menteri yang berada di bawah naungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian).
Sebagai catatan, Kemenko Perekonomian mengkoordinasikan delapan kementerian, antara lain Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian BUMN, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar).
Baca Juga
Super Holding BUMN Diluncurkan Presiden 8 November 2024, Wamenkeu III Beri Bocoran
"Hari minggu ini, kita akan menggelar rapat dipimpin Menko Ekonomi untuk semua menteri ekonomi di bawahnya untuk melihat planning 5 tahun dan 100 hari. Jadi ini mohon waktu juga kalau tanya-tanya ini programnya apa, ya ini lagi disusun,” ujar Erick.
Sebelumnya, untuk mencapai target setoran dividen BUMN Rp 90 triliun strategi yang akan dijalankan oleh Kementerian BUMN adalah efisiensi berkelanjutan terhadap perusahaan yang tidak dalam kondisi siap berkompetisi secara terbuka. Mau tidak mau, efisiensi harus kembali dilakukan, karena bukan hal yang mudah untuk mencapai target setoran dividen Rp 90 triliun di tengah kenaikan biaya logistik dan penurunan harga komoditas.
Baca Juga
Pemerintah Minta Bank BUMN Salurkan KPR Subsidi Sebanyak 1 Juta Unit Rumah Tahun 2025
"BUMN ini tidak dalam payung monopoli, kita sudah bersaing secara terbuka dan kalau ada BUMN yang kalah bersaing, ya sudah sewajarnya kita juga harus terbuka pola pikirnya. Ya harus entah ditutup, ataupun dimerger atau ditingkatkan," ujarnya dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR di Komplek Parlemen, Senin (2/9/2024).
Sejauh ini, menurut Erick, dari 47 BUMN diketahui sebanak tujuh di antaranya yang kinerjanya kurang baik. Angka tersebut diklaim jauh lebih baik dibandingkan dengan beberapa tahun lalu yang mana jumlah BUMN "sakit" jauh lebih banyak.

