Target Setoran Dividen Naik, Erick Thohir Mau Tutup Lagi BUMN Sakit
JAKARTA, investortrust.id - Menteri BUMN Erick Thohir membeberkan strategi Kementerian BUMN untuk mengejar target setoran dividen BUMN tahun depan yang ditetapkan sebesar Rp 90 triliun oleh Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.
Erick menyebut strategi yang akan dijalankan oleh Kementerian BUMN adalah efisiensi berkelanjutan terhadap perusahaan yang tidak dalam kondisi siap berkompetisi secara terbuka. Mau tidak mau, efisiensi harus kembali dilakukan karena bukan hal yang mudah untuk mencapai target setoran dividen Rp 90 triliun du tengah kenaikan biaya logistik dan penurunan harga komoditas.
"BUMN ini tidak dalam payung monopoli, kita sudah bersaing secara terbuka dan kalau ada BUMN yang kalah bersaing, ya sudah sewajarnya kita juga harus terbuka pola pikirnya. Ya harus entah ditutup, ataupun dimerger atau ditingkatkan," ujarnya dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR di Komplek Parlemen, Senin (2/9/2024).
Baca Juga
Menteri BUMN Angkat Bicara soal Subsidi Tarif KRL Berdasarkan NIK
Sejauh ini, menurut Erick dari 47 BUMN diketahui ada 7 di antaranya berkinerja kurang baik. Angka tersebut diklaim jauh lebih baik dibandingkan dengan beberapa tahun lalu dengan jumlah BUMN "sakit" yang lebih banyak.
"Dibandingkan sebelumnya yang jumlahnya mungkin hanya 15-20 yang sehat," imbuhnya.
Kemudian, Kementerian BUMN juga akan mendorong seluruh perusahaan pelat merah untuk meningkatkan tata kelola perusahaan atau good corporate governance (GCG) dan transparansi. Karena tidak dapat dipungkiri masih ada BUMN yang belum menerapkan hal tersebut, termasuk di antaranya adalah PT Indofarma Tbk yang terkena kasus kecurangan dalam aktivitas bisnisnya (fraud).
Erick menegaskan bahwa target tahun ini harus bisa diselesaikan sebelum pergantian pemerintahan pada Oktober 2024 untuk bisa mencapai target setoran dividen Rp 90 triliun. Tahun ini, seluruh BUMN ditargetkan untuk menyetor dividen kepada pemerintah sebesar Rp 85 triliun.
Baca Juga
Erick Thohir Minta Anggaran Kementerian BUMN Ditambah, Ini Alasannya
"Karena waktu saya masuk pun, saya, Pak Tiko (Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo) cukup blur, gelap, berapa PMN (Penyertaan Modal Negara), berapa dividen. Saya akan pastikan terjadi. Ya prinsip kami, kita harus menjaga kesinambungan," tegasnya.
Selain itu, pria yang juga dikenal sebagai Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) itu juga mengupayakan agar pagu anggaran Kementerian BUMN bisa ditambah Rp 66 triliun. Pagu anggaran 2025 yang didapat oleh Kementerian BUMN hanya Rp 277 miliar, turun dari tahun sebelumnya atau 2024 sebesar Rp 284 miliar.
"Angka Rp 66 miliar ini tidak lain kita ingin terus meningkatkan sistem daripada pengawasan yang selama ini tentu kalau kita lihat ini salah satu yang terus kita bisa perbaiki ke depannya," ujarnya.

