BP Tapera Telah Salurkan 151.902 Rumah FLPP Senilai Rp 18,56 Triliun hingga Kuartal III-2024
JAKARTA, investortrust.id – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) telah menyalurkan pembiayaan perumahan melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk masyarakat telah mencapai 151.902 unit rumah senilai Rp 18,56 triliun hingga kuartal III-2024.
Demikian disampaikan oleh Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho dalam keterangan resmi yang dikutip pada Kamis (3/10/2024).
“Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang belum memiliki rumah bisa memanfaatkan pembiayaan Tapera yang diusung oleh BP Tapera. Saat ini penyaluran dana Tapera terhitung tanggal 26 September 2024 telah menyalurkan pembiayaan perumahan sebanyak 151.902 unit rumah senilai Rp 18,56 triliun bagi peserta Tapera,” kata dia.
Adapun penyaluran tersebut tersebar di 33 provinsi, 390 kabupaten/kota, disalurkan oleh 37 bank penyalur dan dibangun oleh 6.880 pengembang di 10.325 perumahan.
Baca Juga
Tak Cukup untuk Beli Rumah, Heru: Tapera Pastikan Peserta Peroleh KPR Murah
Salah satu penerima manfaat pembiayaan Tapera, Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Nurhadi Saputro mengungkapkan kebahagiaannya atas manfaat yang diterimanya tahun 2023.
“Saya berbahagia karena akhirnya bisa memiliki rumah yang layak huni untuk kami sekeluarga. Program ini sangat membantu saya, dan saya ingin teman-teman lainnya yang PNS yang belum memiliki rumah bisa memanfaatkan program ini,” imbuh dia.
Lebih lanjut, Nurhadi juga menyampaikan, proses pengajuannya juga sangat cepat hanya butuh waktu dua bulan saja. “Perumahan ini sangat berarti dan saya bersyukur karena proses pengajuan rumah sangat mudah. Bunganya flat dan cicilannya sangat terjangkau. Jumlah cicilan per bulan hampir sama dengan biaya kontrakan,” tambah dia.
Heru turut menyatakan, BP Tapera membidik penyaluran dana FLPP sebanyak 166.000 unit rumah senilai Rp 21,69 triliun hingga akhir tahun 2024.
Baca Juga
Sebagai informasi, penyaluran dana FLPP sebesar Rp 21,69 triliun tersebut berasal dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2024 sebesar Rp 13,72 triliun, total pengembalian pokok tahun 2024 sebesar Rp 7,32 triliun, dan dana saldo awal tahun 2024 sebesar Rp 655,20 miliar dengan total bank penyalur sebanyak 33 bank yang terdiri dari 17 bank konvensional dan 16 bank syariah.
Sebagai Operator Investasi Pemerintah (OIP) yang diamanahi dalam mengelola dana FLPP, lanjut Heru, pihaknya terus berupaya untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat dalam hal penyaluran pembiayaan perumahan subsid. Salah satunya adalah dengan mengupayakan penambahan kuota FLPP sebanyak 34.000 unit rumah dari target yang ditetapkan.
“BP Tapera telah mengawal proses penambahan kuota FLPP, dan saat ini dalam proses teknis pencairan DIPA oleh Kementerian Keuangan. Kami mengharapkan dukungan dari seluruh mitra kerja BP Tapera khususnya pihak perbankan dan juga asosiasi pengembang untuk terus bersinergi bersama dalam membantu mewujudkan perumahan yang layak huni dan terjangkau untuk masyarakat,” ujar dia.

