Tiru China, Indonesia Bisa Cetak Pertumbuhan di Atas 8% Lewat Sektor Ini
JAKARTA, Investortrust.id – Indonesia diproyeksikan mampu mencetak pertumbuhan double digit dalam periode pemerintahan Prabowo – Gibran, dengan cara meniru Pemerintah China yang selama 35 tahun sejak pemerintahan di bawah Deng Xiaoping giat membangun sektor perumahan.
Disampaikan Pengusaha Internasional Senior yang juga CEO Arsari Group Hashim S. Djojohadikusumo, selama periode 35 tahun sebelum terjadi krisis sektor perumahan di China beberapa tahun terakhir akibat pandemi, sektor perumahan di China mampu menyumbang pertumbuhan sebesar 25% dari GDP.
“Sebelum itu, selama 35 tahun, perumahan itu mencapai 25% dari GDP (China). (Sementara) Saya sudah pelajari angka-angka di Indonesia, kalau tidak salah GDP perumahan kita, termasuk sektor terkait Itu antara 9%-14%,” kata Hashim saat menghadiri diskusi Future of Indonesia Dialogue: Optimisme Dunia Usaha dalam Bermitra dan Menyongsong Pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta, Sabtu (31/8/2024).
Baca Juga
Anindya Bakrie Optimistis Target Pertumbuhan Ekonomi 2025 Tercapai
Menurut Hashim, jika Indonesia bisa meningkatkan GDP perumahan dari angka 14% saat ini menjadi 25% lewat program perumahan besar-besaran untuk menutupi backlog saat ini yang sebesar 12,7 juta unit, niscaya Indonesia bisa menambah laju pertumbuhan 1,5% hingga 2,5% per tahun.
“Nah di sini, Pak Prabowo sudah menetapkan target nasional kita minimal 8%, itu tidak termasuk perumahan. Kalau kita gabungkan dan masukkan perumahan sebagai prioritas nasional kita bisa dapat (cetak pertumbuhan) melampaui 9%. Kita (mencapai pertumbuhan ekonomi) 9,5%, bisa mencapai 10% atau lebih,” papar Hashim.
Hashim di depan para peserta diskusi menyampaikan, jika Indonesia mau menjadikan program perumahan yang dilakukan China sebagai pedoman, maka tingkat pertumbuhan di atas 8% bukan mustahil bisa dicapai.
Di kesempatan yang sama ia juga menyampaikan telah berbicara dengan beberapa lembaga keuangan internasional yang telah menyatakan minat untuk mendukung program pengembangan perumahan di Tanah Air.
Baca Juga
Pemerintahan Prabowo Subianto Pastikan Buat Kementerian Perumahan dan Badan Penerimaan Negara
Ia pun menyebut sejak ia ditunjuk oleh Prabowo sebagai Ketua Satgas Perumahan dalam Tim Transisi Prabowo-Gibran empat bulan silam, ia telah mengundang sjeumlah lembaga terkait untuk mebahas potensi pengembangan perekonomian lewat sektor perumahan.
“”Dan di situ, kami mengundang dan mengajak beberapa faktor (lembaga) yang terkait termasuk BTN, termasuk direksi Perumnas, ikut juga SMF yang dipimpin oleh Ananda Wiyogo dan REI,” tuturnya.
Dengan pertimbangan itulah, kata Hashim, Pemerintahan Prabowo – Gibran akan menambah dua kementerian baru pada nomenklatur kabinet di pemerintahan, yakni Kementerian Perumahan yang akan dipisah dari Kementerian Pekerjaan Umum.
“Pak Prabowo sudah setuju kita akan mendirikan Kementerian Perumahan seperti dulu. Berarti Kementerian PUPR nanti tetap (jadi) Kementerian PU nanti urus ihwal infrastruktur. (Kementerian) Perumahan khusus untuk perumahan. Dan itu menunjukkan komitmen Pak Prabowo Mas Gibran untuk kita kembangkan pembangunan,” tegasnya.

