Ini PR Besar RI untuk Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8%
JAKARTA, investortrust.id - Guna keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap) dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, Presiden Terpilih Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di angka 8%.
Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Raden Pardede menyampaikan, untuk keluar dari middle income trap, sebetulnya cukup dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 6,8%-7% per tahun. Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi 8% adalah angka yang sangat ambisius.
“(Pertumbuhan) 7% sebetulnya menurut saya cukup, asalkan kita tidak pernah boom and bust. Jangan sampai terjadi krisis, akibat daripada kita genjot pertumbuhan lebih tinggi,” kata Raden dalam Investortrust CEO Forum di Ayana Midplaza, Jakarta, Kamis (29/8/2024).
Baca Juga
Capai Pertumbuhan Ekonomi 8%, Mendag Zulhas Usulkan Pemberantasan Impor Ilegal
Dipaparkan oleh Raden, dalam simulasi kebutuhan rasio investasi/PDB Indonesia lima tahun ke depan, jika target pertumbuhan adalah 7%, maka investasi terhadap PDB RI dalam skenario business as usual (BaU) harus punya kapital 39,5% PDB. Sedangkan saat ini masih sekitar 28-29% PDB.
“Kalau kita ingin bertumbuh 8%, maka kita harus punya kapital 45,1% PDB. Jadi kenaikannya itu adalah sekitar 13% PDB. Dan ini kalau saya hitung itu, itu sekitar US$ 150 miliar sampai US$ 200 miliar tambahan FDI. Ini a lot of job to do that,” ungkap Raden.
Menurutnya, untuk mengejar target pertumbuhan 8% ini ada dua hal yang perlu dilakukan. Pertama adalah tambahan investasi yang cukup besar dan yang kedua melakukan improvement perbaikan di dalam efisiensi dan efektivitas dari penggunaan kapital itu sendiri.
Baca Juga
Mau Jadi Negara Maju? RI Wajib Ciptakan 3-4 Juta Lapangan Kerja per Tahun
“Jadi kalau kita menggunakan kapital itu tidak ada kebocoran sana sini, dan kita di dalam bekerja semua lebih cepat, lebih pasti, lebih mudah, maka untuk itu dibutuhkan hanya 35,8% kapitalnya,” jelas dia.
Sementara, jika penggunaan kapitalnya tidak efisien, maka akan butuh kapital lebih banyak untuk bisa mengejar target pertumbuhan 8% tersebut. Menurutnya, hal terpenting adalah kombinasi dari kapital yang memang harus masuk, tetapi efisiensi dan penggunaan dari kapital itu juga harus baik.

