Meski Turun hingga Juli 2024, PNBP masih Terjaga Baik Sesuai Target
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Ekonomi Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga Juli 2024 masih terjaga, meskiharga komoditas merosot. Nilai PNBP hingga Juli 2024 telah mencapai Rp 338 triliun atau 68,7% dari target APBN 2024.
“Kalau kita bandingkan dengan tahun lalu lebih rendah ya. Kalau PNBP tahun lalu really exceptional, sangat tinggi, karena SDA migas dan non migas,” kata Sri Mulyani saat konferensi pers APBN KiTa edisi Juli 2024, di kantornya, Jakarta, Selasa (13/8/2024).
Penerimaan PNBP hingga Juli 2024 tercatat di bawah penerimaan pada Juli 2023 yang sebesar Rp 355,7 triliun atau turun 5% secara tahunan.
Baca Juga
Sri Mulyani Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Semester II 2024 Tembus 5,2%
Dua sektor penyokong PNBP hingga Juli adalah SDA Migas dan SDA Non Migas yang terdampak atas penurunan harga dan volume komoditas tersebut. Sri Mulyani menyebutkan, penerimaan dari SDA migas tercatat sebear Rp 64,5 triliun atau 58,6% dari target APBN. “Angka tersebut turun 6,4%, dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 68,9 triliun,” kata dia.
Penurunan ini akibat lifting minyak bumi mengalami penurunanm meski harganya sedikit naik. Penyusutan juga akibat kapasitas produksi masing-masing sumur minyak turun. “Ini PR yang besar sekali bagi (Kementerian) ESDM dan SKK Migas,” kata dia.
Sementara itu, SDA Non Migas tercatat Rp 68,4 triliun atau 70,1% dari target APBN. Angka ini masih di bawah perolehan SDA Non Migas tahun lalu sebesar Rp 87,4 triliun atau turun 21,8% secara tahunan.
“Target kita memang lebih rendah, karena karena memang tahun lalu luar biasa tinggi, seiring lompatan harga batubara dan volume batubara,” kata dia.
Baca Juga
Penerimaan Pajak Membaik, Menkeu: Ekonomi Indonesia “Turnaround”
Kondisi saat ini, kata Sri Mulyani, terjadi karena harga batubara yang anjlok. Batubara salah satu komoditas penting di Indonesia secara tahunan turun -32% dan year to date (ytd) 0,3%. “Jadi harga batubara secara internasional sangat mempengaruhi penerimaan kita,” ujar dia.
Sementara itu komponen Kekayaan Negara yang Dipisahkan (KND) tercatat sebesar Rp 68,3 triliun atau 79,6% dari target. Ini, kata Sri Mulyani, berasal dari dividen BUMN perbankan. “Ini yang non-komoditas base masih bagus,” ujar dia.
Baca Juga
Sementara itu, PNBP lainnya mengalami kontraksi sebesar 10,5% akibat penurunan pendapatan hasil tambang. Hingga Juli 2024, pendapatan dari PNBP Lainnya tercatat sebesar Rp 86,2 triliun atau 74,8% dari target APBN 2024. “Jadi dalam hal ini penerimaan PNBP Lainnya Rp 86,2 triliun masih related kepada batubara,” kata dia.
Pendapatan dari Badan Layanan Umum (BLU) yang dikelola kementerian dan lembaga mencatatkan pertumbuhan 18,2% secara tahunan dengan Rp 50,7 triliun hingga Juli 2024. Pendapatan BLU ini 60,8% dari target APBN. “BLU yang cukup besar pengaruhnya, yaitu BLU kelapa sawit. Kita semua tahu harga kelapa sawit tertekanan,” kata dia.

