Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025 Masih Sesuai Target Meski Ada Bencana
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa masih optimistis dengan target pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 yang menyentuh level di atas 5,5%. Kepercayaan diri ini muncul meski saat ini proyeksi pertumbuhan ekonomi akan sulit dicapai karena adanya bencana besar di tiga provinsi yaitu Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
“Akan berdampak tapi tidak sampai memperlambat terlalu signifikan,” kata Purbaya, di Gedung Nusantara II, kompleks DPR, Jakarta, Kamis (4/12/2025).
Purbaya mengatakan salah satu kunci menjaga pertumbuhan ekonomi di lokasi bencana yaitu adanya perbaikan fasilitas bangunan dan infrastruktur lain. Perbaikan tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi meski sedikit.
“Kemungkinan selalu ada, cuma berapa persen? 5%? 6%? 10%? Saya pikir sih masih di atas 5,5%” kata dia.
Eks Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu mengatakan akan memonitor kondisi di sistem keuangan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. Jika dirasa kurang memuaskan, Purbaya akan kembali menempatkan anggaran pemerintah di sistem perbankan.
Center of Economic and Law Studies (Celios) memperkirakan kerugian akibat bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mencapai sebesar Rp 68,67 triliun atau 0,29% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Baca Juga
Celios Taksir Kerugian Bencana di 3 Provinsi Bisa Turunkan PDB Hingga Rp 68,67 Triliun
“Secara nasional, terjadi dampak penurunan PDB mencapai Rp 68,67 triliun atau setara dengan 0,29%” tulis Celios, dalam studi modeling berjudul Dampak Kerugian Ekonomi Bencana Banjir Sumatra, diakses Selasa (2/12/2025).
Celios menggunakan data modeling per 30 November 2025. Dalam studi tersebut, Celios melihat bencana yang terjadi di suatu wilayah hingga memutuskan transportasi tidak hanya berdampak terhadap provinsi. Bencana alam tersebut akan berdampak negatif secara nasional.
Secara nasional, dampak terhadap provinsi lainnya mengarah ke arus barang konsumsi maupun kebutuhan industri yang melemah. Dalam konteks tiga provinsi tersebut, bencana alam akan melemahkan industri nasional di Pulau Sumatra.
“Secara regional, ekonomi Aceh akan menyusut sekitar 0,88% atau setara Rp 2,04 triliun,” tulis laporan tersebut.

