Penerimaan Pajak Membaik, Menkeu: Ekonomi Indonesia “Turnaround”
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, realisasi penerimaan pajak pada Juli 2024 mengalami perbaikan. Kondisi ini terlihat pada tumbuhnya penerimaan pajak pada bulan tersebut.
“Dari sisi pajak ada berita positif yang menunjukkan ekonomi turnaround (berbalik arah menjadi lebih baik),” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Juli 2024, di kantornya, Jakarta, Selasa (13/8/2024).
Baca Juga
20 BUMN Penyetor Pajak Terbesar ke Kas Negara, 11 Perusahaan Listing di BEI
Sri Mulyani mengatakan, realisasi penerimaan pajak hingga Juli 2024 tercatat Rp 1.045,32 triliun atau 52,56% dari target APBN 2024. “Kami harapkan momentumnya terjaga dalam enam bulan ke depan,” ucap dia.
Menurut Sri Mulyani, sebelum Juli, tekanan penerimaan pajak terjadi sejak Maret hingga Mei 2024. Sedangkan pada Januari-Februari masih baik.
Pada Juli, kata Sri Mulyani, realisasi satu dari empat komponen penerimaan pajak, yaitu Pajak Penghasilan (PPh) nonmigas mencapai Rp 593,76 triliun atau 55,84% dari target APBN. Realisasi penerimaan PPh nonmigas, meski secara bruto negatif, masih tumbuh kendati lamban.
“Secara bruto, growth-nya negatif 3,04%, tapisudah membaik, bulan lalu negatif 7,9%. Kami harapkan bulan depan penerimaan pajak sudah positif, sudah growth,” tutur dia.
Menkeu menjelaskan, koreksi juga terjadi pada realisasi penerimaan PPh migas yang tercatat Rp 39,32 triliun atau 51,49% dari target. Realisasi penerimaan bruto PPh migas terkoreksi ke bawah atau turun 13,21%.
“Ini karena lifting minyak. Walaupun harga minyak naik, lifting minyak kita terus mengalami penurunan, nggak pernah mencapai asumsi makro yang ditetapkan dalam APBN,” ujar dia.
Baca Juga
Pemerintah Raup Pajak Ekonomi Digital Rp 26,75 Triliun per Juli
Sebaliknya, menurut Sri Mulyani, catatan positif ditorehkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM). Realisasi komponen pajak ini mencapai Rp 402,16 triliun atau 49,57% dari target. Secara bruto, PPN dan PPnBM tumbuh 7,34%.
“Ini bagus. Meskipun nanti ada beberapa restitusi yang menyebabkan penerimaan neto negatif, tapi dari sisi brutonya tumbuh cukup baik. Jadi, perdagangan dalam produk domestik bruto (PDB) kita sudah mulai bagus, manufaktur juga mulai bagus,” papar dia.
Di sisi lain, kata Bendahara Negara tersebut, realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pajak lainnya mencapai Rp 10,07 triliun atau 26,7% dari target APBN. Realisasi penerimaan PBB tumbuh secara bruto sebesar 4,14%.

