Awal Pekan, Kurs Rupiah Tergelincir ke Rp 15.929/USD
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah dibuka tergelincir dalam perdagangan awal pekan, Senin (12/8/2024). Dilansir Yahoo Finance, pukul 09.45 WIB, kurs rupiah melemah 10 poin ke level Rp 15.929/USD.
Menurut Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro, pekan ini, pelaku pasar fokus perkembangan data ekonomi di Amerika Serikat. Perhatian akan tertuju pada laporan CPI dan PPI, serta pidato pejabat Federal Reserve. "Selain itu, rilis data utama AS yang mencakup penjualan ritel, kepercayaan konsumen Michigan, harga ekspor dan impor, pembangunan perumahan, izin bangunan, dan produksi industri," kata Andry dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (12/8/2024).
Pekan lalu, klaim pengangguran awal AS turun 17.000 menjadi 233.000 yang disesuaikan secara musiman minggu lalu. Ini mencatat penurunan terbesar dalam sekitar 11 bulan dan berada di bawah perkiraan 240.000.
"Hal itu sejalan dengan kelegaan dari PMI jasa ISM yang kuat untuk Juli lalu. Pasar mengurangi taruhan untuk pemotongan suku bunga Federal Reserve setelah data tersebut, dengan peluang untuk pemotongan 50 bps pada 24 September turun menjadi 54% dari 69% di awal minggu," kata Andry.
Baca Juga
Pemintaan Obligasi Melemah
Di sisi lain, pasar melihat permintaan yang lemah untuk lelang obligasi AS tenor 30 tahun dan 10 tahun minggu ini. Imbal hasil Treasury AS 10 tahun turun 4,79 bps menjadi 3,94%. Namun, masih naik 6,1 bps secara year to date (ytd).
Sebelumnya, kurs Bank Mandiri mencatat rupiah Jumat lalu terdepresiasi sebesar 0,19% menjadi Rp 15.925/USD atau terdepresiasi sebesar 3,43% ytd. Dari data ekonomi dalam negeri, Bank Indonesia (BI) telah merilis indeks kepercayaan konsumen Indonesia naik tipis menjadi 123,4 pada Juli 2024, dari level terendah empat bulan sebesar 123,3 bulan sebelumnya.
"Sedikit peningkatan itu didorong oleh indeks ekspektasi tentang kondisi ekonomi negara saat ini (113,5 vs 112,9 pada Juni 2024)," paparnya.
Untuk perdagangan rupiah hari ini, Ekonom Bank Mandiri itu memperkirakan mata uang Garuda akan bergerak fluktuatif di kisaran Rp 15.875/USD hingga Rp 16.015/USD.

