Indonesia Deflasi 5 Bulan Beruntun, Kurs Rupiah Tergelincir
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah kembali tergelincir pada penutupan perdagangan Selasa (1/10/2024), bertepatan dengan rilis data Indonesia deflasi lima bulan beruntun oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Jisdor Bank Indonesia (BI) mencatat kurs mata uang Garuda ditutup melemah ke Rp 15.204/USD, dibanding perdagangan hari sebelumnya di posisi Rp 15.144/USD.
Sementara dalam perdagangan spot valas, dilansir Yahoo Finance hingga pukul 17.00 WIB, kurs rupiah bergerak melemah 61 poin (0,40%) ke level Rp 15.195/USD. Adapun pada penutupan perdagangan sebelumnya, kurs rupiah terhadap greenback bertengger di Rp 15.134/USD.
Menurut Kepala Ekonom PT Bank Central Asia (BCA) Tbk David Sumual, pergerakan kurs rupiah pada perdagangan hari ini tidak lepas dari data inflasi yang dirilis oleh BPS siang tadi. BPS mengumumkan Indonesia kembali mengalami deflasi dalam 5 bulan secara beruntun.
"Tren deflasi (beruntun) ini cukup mengkhawatirkan bagi perekonomian domestik. Selain itu, di awal bulan permintaan dolar mulai menguat, terutama untuk kebutuhan impor," kata David kepada Investortrust, Jakarta, Selasa (1/10/2024).
Baca Juga
Terjadi Lima Bulan Beruntun, Deflasi September 0,12% Dikontribusi Makanan
Deflasi September 2024 0,12%
Siang tadi, BPS merilis data terjadinya deflasi September 2024 sebesar 0,12% secara bulanan. Ini merupakan deflasi lima bulan beruntun tahun 2024 di Indonesia.
"Terjadi deflasi secara bulanan sebesar 0,12% pada September 2024, atau terjadi penurunan indeks harga konsumen (IHK) dari Agustus lalu sebesar 106,06 menjadi 105,93. Sedangkan secara tahun ke tahun, terjadi inflasi 1,84%. Untuk inflasi tahun kalender sebesar 0,74%. Komoditas yang memberikan kontribusi inflasi antara lain adalah beras," kata Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, Selasa (1/10/2024).
Baca Juga
Amalia kemudian menjelaskan berdasarkan pertanyaan investortrust.id mengenai perkembangan harga beras di masyarakat. Di tingkat penggilingan, harga rata-rata beras pada Agustus 2024 sebesar Rp 12.808 per kg. Sedangkan, harga di tingkat pengecer mencapai Rp 14.670 per kg.
Deflasi pada September 2024, lanjut Amalia, lebih dalam dari bulan Agustus 2024. Indonesia sebelumnya pernah mengalami deflasi panjang 7 bulan, setelah krisis finansial di Asia tahun 1999, yakni pada Maret-September.

