Kurs Rupiah Dibuka Tergelincir ke Rp 15.144/USD Senin
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah tergelincir terhadap dolar Amerika Serikat pada pembukaan perdagangan Senin (30/9/2024) pagi. Dilansir Yahoo Finance, hingga pukul 09.20 WIB, kurs mata uang Garuda bergerak melemah 25 poin (0,17%), ke level Rp 15.144/USD.
"Indeks PCE (personal consumption expenditures) AS, pada Agustus 2024, menunjukkan kenaikan ringan sebesar 0,1%. Ini ukuran inflasi pilihan The Fed," kata Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro di Jakarta, Senin.
Baca Juga
Balik Arah, Asing Jual Neto Rp 9,73 Triliun di Pasar Keuangan Sepekan
Hal ini memicu ekspektasi untuk potensi penurunan suku bunga Fed Funds Rate terbagi di antara para trader. Potensi penurunannya diperkirakan sebesar 25 bps atau 50 bps dalam pertemuan The Fed berikutnya. FFR saat ini 4,75-5,00%.
Secara umum, tren perkembangan inflasi di negara dengan perekonomian terbesar dunia itu menandakan tekanan harga yang mereda. "Sentimen konsumen AS mencapai titik tertinggi dalam lima bulan karena biaya pinjaman mereda, mendukung harapan untuk terus mendinginnya inflasi menuju target The Fed sebesar 2% pada tahun 2024," kata Andry Asmoro.
Baca Juga
IHSG Dibuka Anjlok Dipicu Penurunan Saham Ini, Sebaliknya PYFA dan MBSS Perkasa
Untuk minggu mendatang, di AS, pasar menunggu laporan pasar tenaga kerja dan pernyataan beberapa pejabat Federal Reserve, termasuk Ketua Jerome Powell, yang menjadi pusat perhatian. Data penting lainnya yang perlu diperhatikan adalah lowongan kerja JOLTS, PMI Manufaktur dan Jasa ISM, serta pesanan pabrik.
"Rupiah terhadap dolar AS hari ini kemungkinan akan bergerak di kisaran Rp 15.084/USD - Rp 15.175/USD," tutur dia.
Baca Juga
Harga Emas Antam Gapai Rekor Baru, Tembus Rp 1.464.000 per Gram

