Kembali Tembus di Bawah Rp 16.000/USD, Kurs Rupiah Menguat ke Rp 15.954/USD
JAKARTA, investortrust.id - Dolar Amerika Serikat mengalami tren depresiasi terhadap mata uang regional, termasuk rupiah. Dilansir Yahoo Finance, hingga pukul 10.00 WIB, mata uang Garuda bergerak menguat tajam 75 poin ke level Rp 15.954/USD, di bawah level psikologis US$ 16.000/USD.
"Melemahnya dolar tidak lepas dari kondisi fundamental perekonomian AS. Di antaranya adalah pelemahan perdagangan carry dikombinasikan dengan data rilis pekerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan pada Jumat lalu," kata analis PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangan di Jakarta, dikutip Kamis (8/8/2024).
Selain itu, lanjut dia, laba yang mengecewakan dari perusahaan teknologi besar AS memicu aksi jual ekuitas global. Hal itu semakin memperkuat pelemahan greenback.
Baca Juga
Rupiah Dekati 16.000/USD, Asing Net Buy Saham Rp 0,3 Triliun Rabu, SBN Rp 1,4 Triliun
Ekspektasi Penurunan Bunga 100 Bps
Ia mengungkapkan, para pedagang tengah mengharapkan pelonggaran dari The Fed dengan menurunkan Fed Funds Rate sebesar 110 basis poin (bps) tahun ini. Traders memperkirakan peluangnya hampir 70% untuk pemotongan FFR 50 bps pada bulan September, turun dari 85% pada hari Senin lalu, menurut alat CME FedWatch.
Baca Juga
Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, PGAS, ESSA, UNTR, MIDI, dan BREN
Sementara itu, para pembuat kebijakan Bank Sentral AS pada hari Senin menolak anggapan bahwa data pekerjaan Juli yang lebih lemah dari perkiraan berarti ekonomi sedang dalam resesi. Mereka juga memperingatkan bahwa The Fed perlu memangkas suku bunga untuk menghindari hasil seperti itu.
"Untuk perdagangan hari ini, rupiah bergerak fluktuatif namun diperkirkan ditutup menguat direntang Rp 15.980 - Rp16.050 per dolar AS," tuturnya.

