Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, PGAS, ESSA, UNTR, MIDI, dan BREN
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi menguat, dengan diperkirakan bergerak di range 7.150-7.280 pada perdagangan hari ini. Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, yakni Perusahaan Gas Negara (PGAS), ESSA Industries Indonesia (ESSA), United Tractors (UNTR), Midi Utama Indonesia (MIDI), dan Barito Renewables Energy (BREN).
“IHSG memasuki penguatan 3 hari berturut-turut setelah koreksi 3,4% dalam sehari di awal pekan. Kemarin, IHSG menguat 1,16% ke level 7.212,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Kamis (8/8/2024).
Baca Juga
Kenaikan IHSG ditopang oleh sentimen positif dari rilis cadangan devisa Indonesia yang mencatatkan kenaikan ke level US$ 145,4 miliar di bulan Juli 2024, meningkat dari Juni US$ 140,2 miliar. Kenaikan tersebut terbesar sejak Desember 2023, ditopang oleh penerbitan sukuk global dan peningkatan perolehan pajak.
Investor asing mencatatkan net buy di pasar reguler sebesar Rp 421 miliar kemarin. Lima saham yang paling banyak dibeli yaitu BMRI, BBCA, TPIA, ASII, dan INKP.
Secara sektoral, 11 sektor kompak mencatatkan penguatan. Penguatan indeks harga saham dipimpin oleh sektor industrial sebesar 1,82%.
Sentimen Global
Mayoritas bursa saham global rally, kemarin waktu setempat. Namun, bursa Amerika Serikat terkoreksi.
"Bursa saham global kembali melanjutkan penguatan, indeks volatilitas VIX melemah signifikan setelah pada awal pekan ini mencapai level tertinggi sejak tahun 2020. Namun, menjelang penutupan, bursa AS justru kompak melemah akibat kekhawatiran pertumbuhan kinerja emiten yang memicu aksi profit taking. Pelemahan mulai terjadi pascarilis kinerja emiten teknologi big caps, Super Micro Computer, di bawah estimasi," ucap Head of Research Mega Capital Sekuritas ini.
Sedangkan data ekonomi Tiongkok neraca perdagangan menunjukkan kenaikan surplus ke level US$ 84,65 miliar pada periode Juli 2024. Ini meningkat dari bulan sebelumnya di level US$ 80,22 miliar, namun di bawah perkiraan pasar sebesar US$ 99 miliar.
"Data tersebut dipengaruhi oleh penurunan kinerja ekspor pascaEropa menaikan tarif impor yang signifikan pada kendaraan listrik asal Tiongkok," ujarnya.
Baca Juga
Rupiah Dekati 16.000/USD, Asing Net Buy Saham Rp 0,3 Triliun Rabu, SBN Rp 1,4 Triliun

