Prabowo Bakal Luncurkan Stimulus Ekonomi Kuartal IV Senilai Rp 31 Triliun, Ini Perinciannya
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto akan meluncurkan stimulus ekonomi kuartal IV dalam waktu dekat. Anggaran yang disiapkan untuk stimulus kali ini mencapai sekitar Rp 31 triliun.
Hal itu disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto seusai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
"Hari ini tadi rapat dengan Bapak Presiden terkait dengan program-program, bantuan pemerintah yang disiapkan untuk kuartal keempat. Jadi tadi dibahas program untuk di kuartal keempat," kata Airlangga.
Baca Juga
Pemerintah Gelontorkan Stimulus Transportasi Rp 2,04 T, Tiket KA hingga Pesawat Didiskon
Airlangga membeberkan sejumlah stimulus yang disiapkan. Beberapa di antaranya, pembukaan rekening kepada warga negara yang di atas 17 tahun dan diarahkan pada desil 1 sampai dengan desil 4. Anggaran untuk stimulus ini sedang diperiksa ulang oleh kementerian terkait.
Selain itu, bantuan pangan sebesar 10 kilogram akan dilanjutkan untuk 3 bulan mendatang, yakni Oktober, November, dan Desember yang diberikan satu kali. Bantuan itu akan diberikan kepada 33.244.408 keluarga penerima manfaat dengan desil 1 sampai 4.
"Dan kebutuhan anggarannya kira-kira Rp 17,5 triliun," katanya.
Selanjutnya, pemerintah akan kembali memberikan bantuan subsidi upah sebesar Rp 300.000 per bulan dan akan diberikan satu kali untuk 3 bulan. Bantuan tersebut menyasar 13,3 juta pekerja dengan anggaran yang disiapkan hampir Rp 12 triliun.
Airlangga mengatakan, anggaran untuk stimulus ekonomi pada kuartal IV ini diperkirakan sebesar Rp 31 triliun. Namun, angka tersebut akan disisir dan dipastikan oleh Menkeu Suahasil Nazara.
"Nanti anggarannya sedang disisir lagi oleh Menteri Keuangan. kira-kira Rp 31 triliun," katanya.
Selain itu, Airlangga mengatakan, Presiden Prabowo juga memberikan arahan terkait dengan program-program yang akan diluncurkan pada 2027 dan program-program yang sudah dilaksanakan tahun ini dan dilanjutkan tahun depan.
Pertama, program magang di Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) akan dilanjutkan untuk 150.000 dan program vokasi dilanjutkan untuk 300.000 orang.
Selanjutnya, pengurangan PPh 21 kepada pekerja dengan gaji di bawah 10 juta. Program ini akan dilanjutkan di tahun depan dan akan diberikan kepada sekitar 7,5 juta pekerja.
"Kalau yang sekarang diberikan kepada padat karya dan pariwisata, yang tahun depan diberikan ke seluruh sektor yang gajinya di bawah Rp 10 juta," katanya.
Kemudian, rapat hari ini juga membahas mengenai perbaikan angka penghasilan tidak kena pajak (PTKP) yang yang akan menyesuaikan pada angka inflasi. Airlangga mengatakan sedang menghitung angka PTKP bersama Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara.
Selain itu, bantuan pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) untuk industri perumahan yang saat ini sudah berlaku akan dilanjutkan pada 2027. Dengan demikian, PPN ditanggung pemerintah untuk pembelian rumah sampai dengan Rp 2 miliar, dan pembelian rumah mulai dari Rp 5 miliar dipotong Rp 2 miliar untuk fasilitas tersebut.
Program lainnya yang akan dilanjutkan pada 2027, yakni terkait jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM) untuk bukan penerima upah. Selain itu, angka jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) selama 6 bulan akan disesuaikan berbasis tingkatan gaji. Dipaparkan, untuk kelompok 1 dengan gaji sebesar Rp 2,3 juta akan mendapat bantuan penuh atau Rp 2,3 juta tiap bulan selama 6 bulan.
Sementara, untuk kategori 2, yakni pekerja dengan gaji kurang dari Rp 3,6 akan mendapat bantuan sebesar Rp 2,3 juta per bulan selama 6 bulan. Selanjutnya, untuk kelompok tiga, dengan gaji di atas Rp 3,8 juta akan jaminan kehilangan pekerjaannya sebesar 60% dalam 6 bulan.
"Ini juga kami sedang mematangkan dengan Kementerian Keuangan," katanya.
Bunga Kredit KPR
Airlangga mengatakan, terdapat stimulus baru yang akan diluncurkan. Salah satunya, terkait kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi. Masyarakat dengan penghasilan tetap Rp 17 juta akan mendapat bunga KPR sebesar 6%.
Dikatakan, program ini sebelumnya disiapkan untuk masyarakat yang menjadi UMKM, penghasilan tidak tetap, tetapi memiliki usaha. Program itu saat ini diperluas untuk masyarakat yang berpenghasilan tetap.
"Dan jumlah, rumahnya yang bisa dibeli sampai dengan Rp 500 juta," katanya.
Baca Juga
Tak hanya itu, terdapat juga stimulus untuk industri perhiasan. Airlangga mengatakan, akan ada standar baru untuk bisa memanfaatkan PPN dengan fasilitas logam mulianya di 99,9%. Regulasi yang berlaku saat ini hanya terhadap logam mulia 99,99%.
"Jadi ini akan ada perbaikan daripada PP," katanya.
Airlangga mengatakan, berbagai stimulus kuartal IV ini akan diluncurkan dalam waktu dekat. Saat ini, katanya, Kemenkeu sedang menyusun mengenai peraturan menteri keuangan mengenai hal tersebut.
"Nanti kita mesti mempersiapkan PMK-nya, menyiapkan yang lain, dan diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi kita bisa umumkan kapan itu berlaku," katanya.
