Bagikan

Rupiah Terkapar di Rp 17.660, Purbaya: Enggak Apa-Apa, Nanti Kita Perbaiki

JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi santai terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Rupiah diketahui terdepresiasi sebesar 0,36% menjadi Rp 17.660 per US$ pada Senin (18/5/2026) pukul 09.27 WIB.

Purbaya mengaku tak khawatir dengan kondisi rupiah saat ini. Hal ini mengingat fondasi ekonomi Indonesia masih kuat.

"Enggak apa-apa. Nanti kita perbaiki. Fondasi ekonominya kan bagus," kata Purbaya seusai menghadiri penyerahan pesawat dan rudal oleh Presiden Prabowo Subianto kepada TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Baca Juga

Rupiah Capai Rp17.660 per Dolar AS, Mata Uang Paman Sam Makin Perkasa

Mantan bos LPS itu menyatakan, melemahnya nilai tukar rupiah saat ini hanya karena sentimen jangka pendek. Untuk itu, Kemenkeu, katanya, akan fokus menjaga fondasi ekonomi dan pembangunan nasional.

"Itu masalah sentimen jangka pendek. Jadi saya akan fokus jaga fondasi ekonomi dengan memastikan pembangunan ekonomi tidak terganggu," katanya.

Salah satunya, Purbaya menyatakan Kemenkeu akan masuk ke pasar obligasi melalui Bond Stabilization Fund atau BSF. Upaya pemerintah masuk ke pasar obligasi sebenarnya sudah dimulai pekan lalu dan akan lebih agresif mulai hari ini.

Baca Juga

Rupiah Melemah, Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum Tak Usah Khawatir

"Mulai hari ini akan kita masuk dengan lebih signifikan lagi, sehingga pasar obligasinya terkendali, sehingga asing yang pegang obligasi enggak keluar karena takut misalnya ada capital loss gara-gara harga obligasi turun. Itu kita akan bisa membantu pergerakan rupiah sedikit," katanya.

Selain itu, Purbaya mengaku terdapat sejumlah langkah lain yang akan dilakukan pemerintah. Namun, Purbaya belum membeberkan lebih jauh mengenai hal tersebut.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024