Bagikan

Rupiah Capai Rp17.660 per Dolar AS, Mata Uang Paman Sam Makin Perkasa

Poin Penting

Rupiah melemah 0,36% ke Rp 17.660 per dolar AS karena ketegangan Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz.
Output manufaktur AS melonjak 0,6% di April 2026, memperkuat spekulasi kenaikan suku bunga The Fed.
Klaim tunjangan pengangguran AS naik menjadi 211.000, sedikit di atas ekspektasi pasar.

JAKARTA, investortrust.id- Rupiah mengalami tekanan dari dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah terdepresiasi sebesar 0,36% menjadi Rp 17.660 per US$ pada Senin (18/5/2026) pukul 09.27 WIB menurut data Bloomberg.

Menurut Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro imbal hasil US Treasury 10 tahun naik 8 basis poin (bps) menjadi 4,61% seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi akibat perang.

Situasi di Timur Tengah masih rapuh dan jauh dari terselesaikan, dengan Trump menyebut kalimat pertama dari proposal terbaru Iran sebagai sesuatu yang “tidak dapat diterima”.

“Akibatnya, harga minyak terus naik, sementara Selat Hormuz masih ditutup,” ujar Andry.

Pertemuan antara Presiden AS, Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping berakhir tanpa kesepakatan besar termasuk tanpa adanya indikasi bahwa Beijing akan membantu menyelesaikan konflik.

Laporan CPI dan PPI yang dirilis pekan ini menunjukkan bahwa guncangan energi mendorong inflasi AS lebih tinggi. Pelaku pasar kini sepenuhnya memperhitungkan satu kali kenaikan suku bunga The Fed pada Januari 2027 dengan probabilitas lebih dari 41%. Dolar AS menguat secara luas, dengan penguatan terbesar terhadap dolar Australia dan poundsterling.

Baca Juga

Rupiah Melemah, Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum Tak Usah Khawatir

Output manufaktur AS mencatat kenaikan terbesar dalam 14 bulan. Output manufaktur naik 0,6% pada April 2026, tertinggi sejak Februari 2025 dan lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 0,2%. Produksi barang tahan lama naik 1,2%, dengan kenaikan di sebagian besar kategori.

“Kenaikan terbesar terjadi pada output kendaraan bermotor dan suku cadang yang melonjak 3,7%” ujar dia.

Jumlah warga AS yang mengajukan tunjangan pengangguran naik 12.000 orang dibanding pekan sebelumnya menjadi 211.000 pada pekan pertama Mei 2026, di atas ekspektasi pasar sebesar 205.000.

Klaim pengangguran berkelanjutan, yang menjadi indikator pengangguran yang masih berlangsung di AS, naik 24.000 menjadi 1.782.000, sedikit di bawah ekspektasi 1.790.000.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024