Wagub Emil: Jawa Timur Ingin Terus jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Poin Penting
|
NGANJUK, investortrust.id - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak ingin membuat provinsi yang dipimpinnya terus menjadi penopang perekonomian nasional. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mencapai 5,33% dengan kontribusi sebesar 25,29% di Pulau Jawa dan 14,4% secara nasional.
“Artinya kita bisa membantu mengangkat rata-rata (pertumbuhan ekonomi) nasional,” kata Emil saat taklimat media, di Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (16/4/2026).
Emil menjelaskan hampir satu per enam perekonomian Indonesia berputar di Jawa Timur. Ini dibuktikan dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur yang mencapai Rp 3.403,17 triliun.
“Dari sinilah, kita berharap bahwa manufaktur terus menjadi tumpuan ekonomi,” ujar dia.
Sektor industri pengolahan menjadi yang teratas dari struktur PDRB tersebut dengan total sumbangsih mencapai 31,32% dari PDRB 2025. Sektor ini mampu tumbuh sebesar 5,98% dan mampu menyerap 3,38 juta pekerja.
Menurut Emil, terdapat 859.352 unit usaha industri pengolahan di Jawa Timur. Ini terdiri atas tiga struktur. Industri besar mencapai 2.101 unit atau 0,2%, industri menengah mencapai 25.389 unit atau 2,92%, dan industri kecil mencapai 841.862 unit atau 96,84%.
“Kalau melihat perusahaan besar, ini mereka adalah pencipta lapangan kerja yang besar,” jelas dia.
Baca Juga
Wakil Gubernur Jawa Timur Paparkan Strategi Hindari Deindustrialisasi
Sementara itu, industri menengah mampu menunjukkan penyerapan tenaga kerja yang tak kalah besar. Industri menengah mampu mempekerjakan 1,03 juta pekerja dan industri kecil mampu menyerap 1,94 juta pekerja.
“Maka industri-industri besar ini juga harus kita jaga daya saing kita. Karena terus terang semua daerah berebut, semua negara berebut ingin menjadi tempat investasi pabrik-pabrik besar,” ucap dia.
Emil berharap, industri di Jawa Timur dapat memperluas pangsa pasarnya terutama ke Uni Eropa. Saat ini, tiga negara yang menjadi tujuan ekspor industri Jawa Timur yang terbesar adalah Swiss, China, dan Amerika Serikat (AS). Ekspor ke Swiss mencapai US$ 4,41 miliar, China sebesar US$ 4,08 miliar, dan AS mencapai US$ 3,74 miliar.
“Harapan kita dengan adanya CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement) mungkin kita dibantu memasuki pasar-pasar Uni Eropa,” kata dia.

