Apa itu Paspoortgate? Skandal Paspor Belanda yang Melibatkan Pemain Timnas Indonesia
Poin Penting
|
AMSTERDAM, investortrust.id – Polemik administrasi kewarganegaraan di kompetisi Belanda terus melebar dan kini menyeret puluhan pemain. Kasus yang dikenal sebagai Paspoortgate membuat sejumlah klub mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara aktivitas pemain yang statusnya belum jelas.
Skandal ini bermula dari keberatan NAC Breda terhadap keabsahan status Dean James saat membela Go Ahead Eagles. Klub tersebut menilai James tidak memenuhi syarat tampil karena telah berganti kewarganegaraan menjadi Indonesia. Artinya, dia harus memenuhi regulasi baru sebagai pemain non-Uni Eropa.
Protes itu kemudian dilayangkan ke Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB). Meski tidak berujung pada pengulangan pertandingan, KNVB tetap melakukan investigasi yang kini berdampak luas ke klub-klub lain.
Baca Juga
Alexander Isak Mulai Gabung Latihan, Liverpool Dapat Suntikan Tenaga Baru
Sejumlah tim akhirnya memilih langkah aman dengan membekukan sementara pemain terkait. Itu termasuk pemain-pemain yang berasal dari Suriname dan Cape Verde, hingga ada kepastian hukum.
Fortuna Sittard, klub yang diperkuat Justin Hubner, menegaskan tidak ingin mengambil risiko di tengah situasi ini. Hal serupa juga terjadi di Willem II terkait Nathan Tjoe-A-On. Mereka mengikuti jejak Go Ahead Eagles dan FC Emmen (klubnya Tim Geypens) yang telah lebih dulu berjaga-jaga.
🐦 Social Media Post
URL: https://twitter.com/ESPNnl/status/2039022899915379138?ref_src=twsrc%5Etfw
Situasi ini membuat sejumlah pemain harus menepi, bukan karena cedera atau alasan teknis, melainkan akibat persoalan administratif yang kini menjadi sorotan besar di sepak bola Belanda.
Laporan media lokal Belanda, Algemeen Dagblad dan ESPN NL, menyebutkan sekitar 25 pemain masuk dalam daftar terdampak. Para pemain tersebut untuk sementara tidak diizinkan mengikuti latihan maupun pertandingan sampai persoalan izin kerja dan status kewarganegaraan mereka tuntas.
Sebab, untuk bisa berkerja di Belanda, pemain-pemain dengan paspor non Uni Eropa harus memiliki standar tertentu, terkait kualitas dan jumlah gaji yang tidak bisa disamakan dengan pemain lokal Belanda.
Baca Juga
Biaya Agen Klub Liga Premier Tembus Rp9,3 Triliun, Chelsea Teratas

