Simak! Ini Makna Hari Raya Nyepi bagi Umat Hindu
JAKARTA, investortrust.id - Umat Hindu tengah merayakan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Sabtu (29/3/2025) ini atau tepat pada Tahun Baru Saka 1947. Selama Nyepi, umat Hindu tidak boleh melakukan aktivitas umum. Di antaranya seperti keluar rumah, bekerja, menyalakan lampu atau sebagainya.
Mengapa umat Hindu harus melakukan hal demikian?
Makna Perayaan Nyepi
Seperti dilansir dari laman Dinas Budaya Kabupaten Buleleng, catur brata penyepian, merupakan hari suci umat Hindu yang dirayakan setiap Tahun Baru Saka.
Hari Raya Nyepi adalah hari pergantian tahun Saka (Isakawarsa) yang dirayakan setiap satu tahun sekali yang jatuh pada sehari sesudah tileming kesanga pada tanggal 1 sasih Kedasa.
Hari raya Nyepi memiliki filosofi dimana umat Hindu akan berdiam di dalam rumah untuk berdoa dan mendekatkan diri kepada Tuhan, Sang Hyang Widhi Wasa, untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia) dan Bhuana Agung (alam semesta).
Empat Pantangan umat Hindu
Masih dilansir dari situs Dinas Budaya Kabupaten Buleleng, terdapat empat pantangan bagi umat Hindu selama Hari Raya Nyepi.
Sementara itu terdapat beberapa aturan yang harus diperhatikan oleh Umat Hindu pada saat merayakan Hari Raya Nyepi,yaitu :
1. Amati Geni, yaitu pantangan bagi umat Hindu untuk menyalakan api, listrik, cahaya, atau unsur lain yang identik dengan sifat amarah seperti api.
2. Amati Lelanguan, yaitu larangan untuk berfoya-foya atau bersenang-senang secara berlebihan saat perayaan Nyepi.
3. Amati Lelungan, yaitu larangan untuk bepergian sekaligus anjuran untuk berdiam di dalam rumah.
4. Amati Karya, yaitu larangan untuk bekerja selama Hari Raya Nyepi selama 24 jam.
Adapun adanya pantangan-pantangan ini bertujuan agar tercipta suasana sepi dari hiruk pikuknya kehidupan dan sepi dari semua nafsu atau keserakahan sifat manusia untuk menyucikan Bhuwana Agung (alam semesta) dan Bhuwana Alit (manusia).
Baca Juga
Kisah Tami Merayakan Nyepi Jauh dari Kampung Halaman, Jaga Keheningan di Tanah Rantau
Rangkaian Peringatan pada Hari Raya Nyepi
Nah selama memperingati Hari Raya Nyepi, umat Hindu di Indonesia punya ragam perayaan seperti berikut:
1. Upacara Melasti, Mekiyis dan Melis
Dalam rangkai Hari Raya Nyepi, terdapat upacara Melasti, yang dilakukan umat Hindu antara empat atau tiga hari sebelum nyepi.
Upacara-upacara ini dilakukan untuk mencuci diri masing-masing. Upacara digelar di sumber air suci kelebutan, campuan, petirtaan dan segara. Rata-rata umat Hindu melakukannya di segara karena sekalian melangsungkan nunas tirta amertha (tirta memberi kehidupan).
Di Bali, umat Hindu melaksanakan upacara Melasti dengan mengusung pralingga atau pratima Ida Bhatara dan segala perlengkapannya dengan hati tulus ikhlas, tertib dan hidmat, menuju samudra atau mata air lainnya yang dianggap suci. Upacara Melasti dilaksanakan dengan melakukan persembahyangan bersama menghadap laut.
2. Tawur Agung
Pada setiap perempatan desa/pemukiman ada lambang yang menjaga keseimbangan. Keseimbangan yang dimaksud baik dalam buana alit, buana agung, manusia Bhuta, keseimbangan Dewa.
Lambang diharapkan dapat memberi kesejahteraan hingga kedamaian. Tradisi Tawur Agung juga diisi oleh acara ngerupuk di setiap rumah tetangga yang bertujuan membersihkan lingkungan dari bhutakala.
3. Nyepi
Nyepi adalah proses penyepian. Umat Hindu akan melaksanakan catur brata penyepian yang terdiri dari amati karya, amati geni, amati lelungan dan amati lelanguan.
4. Ngembak Geni
Tradisi lainnya yang dilakukan umat Hindu selama Tahun Baru Saka adalah Ngembak Geni. Ini adalah kegiatan mesima krama di lingkungan terdekat seperti keluarga atau tetangga.
Baca Juga
Adapun rangkaian Hari Raya Nyepi di luar Bali dilaksanakan berdasarkan desa, kala, patra dengan tetap memperhatikan tujuan utama hari raya yang jatuh setahun sekali itu. Artinya, pelaksanaan Nyepi di Jakarta misalnya, tidak bisa dilakukan seperti di Bali.
Seperti diketahui di Bali, tak ada kendaraan yang diperkenankan keluar, kecuali mendapat izin khusus, namun di Jakarta hal serupa memiliki keterbatasan untuk bisa dilakukan.
Redaksi Investortrust mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Saka 1947 bagi umat Hindu yang merayakan. Semoga perenungan dan keheningan di Hari Suci ini membawa ketenangan batin, kebijaksanaan, dan harmoni bagi kita semua.
Om Shanti Shanti Shanti Om.

