BKKBN: Keluarga Berkualitas Jadi Kunci Keberhasilan Generasi Emas 2045
JAKARTA, investortrust.id - Plt. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI, Sundoyo, menegaskan, untuk mewujudkan Generasi Emas 2045, harus di mulai dengan mewujudkan keluarga berkualitas. Karena itu, Pembangunan Keluarga, Kependudukan, Keluarga Berencana (Bangga Kencana) menjadi program unggulan dan prioritas pemerintah yang digaungkan BKKBN.
“Program ini menjadikan keluarga sebagai sandaran pembangunan serta berfokus mewujudkan keluarga berkualitas,” ujarnya dalam Reviu Program Bangga Kencana Tahun 2024, di Hotel Harris, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (8/10/2024).
Menurut Sundoyo, keluarga berkualitas diperlukan untuk menyiapkan generasi yang tangguh dan berdaya saing tinggi, serta bebas stunting. Dalam hal ini, BKKBN mempunyai peran strategis dalam mewujudkan keluarga berkualitas.
Baca Juga
BKKBN: Laporan Kependudukan Berperan Penting untuk Pengambilan Kebijakan
"BKKBN diuntungkan punya Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), punya Tim Pendamping Keluarga (TPK), punya kader KB. Kesemuanya berjumlah jutaan dan langsung menyasar ke masyarakat, dan harus bisa diberdayakan," papar Sundoyo.
Sundoyo memaparkan, stunting atau gagal tumbuh yang terjadi pada anak, tidak hanya menyebabkan anak mempunyai tubuh pendek, akan tetapi dampak yang paling mengkhawatirkan adalah otak anak yang terkena stunting, tidak berkembang.
Untuk menghentikan stunting, penanganan perlu di mulai dari hilir, saat fase 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Ibu hamil perlu tercukupi nutrisinya, agar bayi yang dilahirkan sesuai dan tidak terindikasi stunting.
Untuk itu, peran TPK, kader KB, dan PLKB penting dalam mendampingi keluarga dan ibu hamil, memberikan informasi dan KIE agar masyarakat tidak abai terhadap gizi yang diperlukan. Menurut Sundoyo, stunting itu lebih mudah untuk dicegah daripada diobati.
Baca Juga
“Masalah stunting bukan saja menjadi tanggung jawab BKKBN untuk menyelesaikannya, melainkan menjadi tanggung jawab semua. Butuh kerjasama dan sinergitas dengan lintas sektor untuk mengentaskan stunting,” tambahnya.
Dengan demikian, keberlangsungan program Bangga Kencana dan Pengentasan Stunting merupakan tugas besar bersama. Pemerintah daerah bersama semua elemen masyarakat harus sejalan untuk mewujudkan keluarga berkualitas yang bebas dari stunting.
Di samping itu, bonus demografi saat ini tengah dinikmati oleh beberapa provinsi di Indonesia, termasuk Jawa Tengah, menempatkan jumlah penduduk berusia remaja sebagai jumlah yang terbesar.
“Bonus Demografi yang kita peroleh saat ini harus dapat kita pergunakan dengan sebaik mungkin. Hal ini juga bertujuan agar saat besok sudah tua, bisa menjadi lansia yang tangguh,” kata Sundoyo. (CR-4).

