Bagikan

BKKBN Sebut Jumlah Keluarga Berisiko Stunting Turun Jadi 8,68 Juta

JAKARTA, investortrust.id - Direktur Pelaporan dan Statistik Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Lina Widyastuti menyebut, data Keluarga Berisiko Stunting (KRS) tahun 2022 hingga 2024 telah mengalami penurunan.

“Pada 2022 jumlah KRS secara nasional sebanyak 13.511.649, turun menjadi 11.896.367 pada tahun 2023. Lalu pada 2024 semester I turun lagi menjadi 8.682.170,” ujar Lina dalam keterangan resmi yang dikutip Senin, (12/8/2024).

Asal tahu, keluarga dikategorikan sebagai Keluarga Berisiko Stunting (KRS), yaitu jika termasuk dalam keluarga sasaran, yakni calon pengantin, ibu hamil, keluarga memiliki baduta, keluarga memiliki balita, keluarga tidak memiliki jamban dan akses air minum sehat, atau merupakan Pasangan Usia  Subur (PUS) 4Terlalu dan bukan peserta KB modern.

Hasil data keluarga stunting diperoleh dari pemutakhiran melalui Sistem Informasi Keluarga (SIGA).  Basis data by name by addres  yang digunakan dalam pendampingan KRS adalah basis data hasil Pendataan Keluarga tahun 2021 (PK21) yang selanjutnya dimutakhirkan setiap tahun.

Baca Juga

Kepala BKKBN: Postur Anak Pendek Belum Tentu Stunting, tapi Stunting Pasti Pendek

Sebagai catatan, pada tahun 2021 BKKBN telah mengumpulkan sebanyak 68 juta keluarga pada Pendataan Keluarga (PK).

“(Pendataan Keluarga) Ini adalah by addres dan by name. Dan pemerintah bisa mengikuti dari berbagai aspek apakah terkait dengan kondisi kependudukan yang terkait dengan pelayanan KB yang terkait dengan pembangunan keluarga,” tutur Lina.

Termasuk di dalamnya terkait dengan kondisi rumah yang sehat atau tidak. Data tersebut bisa didapatkan dari Pendataan Keluarga secara agregasi.

Baca Juga

Kepala BKKBN Ungkap Pengaruh Stunting Terhadap Kualitas SDM

“Data ini bisa diturunkan secara nasional, kemudian di tingkat provinsi. Sampai wilayah terpencil pun pendataan yang dilakukan  memotret hingga tingkat RT. Hingga pun keluarga yang misalnya memiliki jamban yang kotor. Ini karena PK memuat data "by name”,” jelas Lina.

Selanjutnya, intervensi berbagai program pemerintah yang berkaitan langsung dengan keluarga bisa dilakukan secara langsung  karena PK juga memuat item by address.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024