Waspada! Ini 9 Bahaya Minuman Kemasan Manis untuk Kesehatan
JAKARTA, investortrust.id - Sebagian individu mungkin menggemari minuman kemasan manis karena terasa enak dan mudah untuk dikonsumsi. Padahal, apabila dikonsumsi secara berlebihan, minuman kemasan manis bisa berbahaya untuk kesehatan tubuh.
Lantas, apa saja bahaya minuman kemasan manis tersebut? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Pada dasarnya, minuman kemasan manis mengandung gula dan kalori yang tinggi sehingga berisiko memicu berbagai masalah kesehatan apabila dikonsumsi terlalu banyak. Hal ini perlu diwaspadai, karena dapat memicu risiko obesitas dan penyakit lainnya.
Melansir dari Siloam Hospital, Kamis (8/8/2024), setidaknya ada sembilan bahaya minuman kemasan manis untuk kesehatan yang perlu diwaspadai.
1. Meningkatkan Risiko Obesitas
Bahaya minuman kemasan yang pertama adalah bisa meningkatkan risiko obesitas atau berat badan berlebih. Minuman kemasan manis umumnya mengandung fruktosa, yaitu jenis gula sederhana yang dicerna secara cepat dalam tubuh, sehingga sensasi kenyang yang dirasakan tidak bertahan lama.
Hal ini berpotensi membuat seseorang mengonsumsinya secara berlebihan, dan asupan kalori harian orang melebihi batas normal. Selain itu, konsumsi minuman kemasan manis berlebihan juga diduga berkaitan dengan resistensi hormon leptin, yaitu hormon yang berfungsi mengendalikan nafsu makan dengan memberi sinyal kenyang ke tubuh.
Resistensi leptin mengakibatkan penurunan kemampuan hormon leptin, sehingga membuat seseorang sering lapar dan ingin makan secara berlebihan. Hal inilah yang dapat meningkatkan risiko terjadinya obesitas.
2. Berisiko Menyebabkan Diabetes
Meningkatkan risiko diabetes juga menjadi salah satu bahaya minuman kemasan manis yang cukup sering terjadi. Konsumsi minuman kemasan berpemanis dapat meningkatkan asupan fruktosa secara berlebihan, sehingga hal tersebut berpotensi menyebabkan terjadinya resistensi hormon insulin.
Sebuah penelitian oleh The Journal of Pediatrics membahas mengenai dampak dari mengonsumsi minuman dengan kandungan tinggi fruktosa, pada remaja berusia 12-16 tahun di Taiwan. Hasilnya, diperoleh bahwa remaja yang mengonsumsi minuman kemasan berpemanis lebih banyak akan mengalami peningkatan resistensi insulin.
Sebagai informasi, hormon insulin merupakan hormon yang bertugas mengendalikan kadar gula darah (glukosa) di dalam tubuh. Ketika terjadi resistensi insulin, sel-sel tubuh tidak merespons insulin secara normal. Akibatnya, glukosa tidak bisa masuk ke dalam sel dengan mudah, sehingga menumpuk di dalam darah. Hal ini pada akhirnya dapat menyebabkan penyakit diabetes.
3. Berpotensi Memicu Penyakit Liver
Seperti yang telah dijelaskan, minuman kemasan manis mengandung fruktosa yang tinggi. Perlu diketahui bahwa proses metabolisme fruktosa melibatkan organ hati. Ketika jumlah fruktosa yang mencapai organ hati terlalu banyak, maka sisa fruktosa akan diolah menjadi lemak.
Saat ada lemak berlebih yang tersimpan di dalam organ hati, maka hal ini dapat memicu kondisi bernama NAFLD (Nonalcoholic Fatty Liver Disease). Jika NAFLD tidak ditangani dengan tepat, mala dapat berkomplikasi menjadi kerusakan jaringan hati, hingga gagal hati.
4. Berpotensi Menimbulkan Adiksi
Minuman kemasan manis biasanya mengandung gula yang tinggi. Perlu diketahui bahwa gula merupakan zat yang berpotensi menimbulkan adiksi, jika dikonsumsi secara berlebihan. Pasalnya, konsumsi gula secara berlebihan dapat memicu pelepasan hormon dopamin dalam jumlah banyak.
Hormon dopamin sendiri merupakan hormon yang dapat memberikan perasaan senang. Karena itulah, konsumsi gula berlebih bisa membuat seseorang kecanduan untuk mendapatkan perasaan senang tersebut.
5. Mengganggu Kesehatan Rongga Mulut
Terlalu banyak mengonsumsi minuman kemasan manis, terutama minuman bersoda yang tinggi gula juga bisa berdampak buruk pada kesehatan gigi. Kombinasi asam karbonat, asam fosfat, dan gula yang terkandung di dalam minuman bersoda disinyalir sebagai salah satu faktor penyebab kerusakan struktur gigi.
6. Memicu Artritis Gout
Artritis gout adalah kondisi yang ditandai dengan nyeri dan peradangan pada persendian akibat penumpukan kristal asam urat. Kondisi ini dapat dipicu oleh konsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat, salah satunya mengonsumsi minuman kemasan manis yang mengandung fruktosa secara berlebihan. Pasalnya, proses metabolisme fruktosa akan menghasilkan asam urat, sehingga kadar asam urat di dalam tubuh akan mengalami peningkatan.
7. Memicu Pembentukan Batu Ginjal
Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam Clinical Journal of the American Society of Nephrology, orang yang mengonsumsi minuman kemasan manis yang mengandung soda, gula, atau pemanis buatan cenderung lebih rentan mengalami penyakit batu ginjal. Karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya minuman ringan dan mulai mengurangi konsumsinya, guna menjaga kesehatan organ ginjal.
8. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung
Bahaya minuman kemasan manis selanjutnya adalah dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung. Pasalnya, fruktosa yang terkandung dalam minuman kemasan berpemanis dapat memicu peradangan dan penumpukan lemak di sel-sel otot jantung.
9. Berkaitan dengan Peningkatan Risiko Demensia
Tingginya kandungan gula di dalam minuman kemasan manis juga diduga berkaitan dengan faktor risiko demensia. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam The New England Journal of Medicine, peningkatan kadar gula darah (glukosa) bisa meningkatkan risiko terjadinya demensia.
Perlu diingat bahwa mengonsumsi minuman kemasan manis dapat menimbulkan reaksi atau efek samping yang berbeda pada setiap orang. Selain itu, informasi terkait bahaya minuman kemasan manis yang disebutkan di atas tidak bisa menggantikan diagnosis dari tenaga medis profesional.

