Cegah Penyakit Kritis, Tak Ada Salahnya Simak Sejumlah Tips Berikut Ini
JAKARTA, investortrust.id - Obesitas menjadi salah satu persoalan kesehatan yang semakin mengkhawatirkan, karena berpotensi meningkatkan berbagai risiko penyakit kritis lainnya. Permasalahan kesehatan ini berkaitan dengan gaya hidup yang tidak sehat, contohnya mengkonsumsi makanan dengan kadar gula dan lemak tinggi.
“Apabila kebiasaan seperti ini terus berlanjut, bukan hanya sekadar berpengrauh pada obesitas, tapi juga meningkatkan berbagai risiko penyakit kritis lainnya, mulai dari diabetes, penyakit jantung, hingga stroke,” ujar Customer Claims Experience Manager Allianz Indonesia Elva Septiruliana, dalam keterangan tertulis, Kamis (1/8/2024).
Menurut Elva yang juga menjadi salah satu dokter di Allianz ini, penyakit kritis yang diakibatkan oleh obesitas antara lain penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Hal ini sejalan dengan jumlah klaim asuransi kesehatan Allianz Life Indonesia.
“Pada periode semester pertama tahun ini, terdapat 1.499 klaim terkait penyakit jantung, 1.161 klaim terkait stroke, dan 898 klaim diabetes,” katanya.
Baca Juga
Untuk mencegah terjadinya penyakit kritis, Elva memberikan sejumlah tips, beberapa diantaranya meliputi aturan pola makan, mengendalikan porsi makan, memperbanyak aktivitas fisik, dan lainnya.
Dikatakan dia, mengatur pola makan menjadi hal utama. Karena mengalihkan konsumsi makanan olahan dan tinggi gula ke makanan serat tinggi dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.
“Selanjutnya, perhatikan porsi makan agar tidak overeating. Mengkonsumsi makanan sehat dengan porsi kecil namun sering akan membantu mengontrol gula darah,” ucap Elva.
Baca Juga
Tiga Tips Ini Penting untuk Jaga Kesehatan Jantung saat Berolahraga
Tak kalah penting juga, lanjutnya, melakukan aktivitas fisik dan menghindari kebiasaan merokok serta minum alkohol. Serta istirahat yang cukup karena kualitas tidur yang buruk bisa meningkatkan risiko penyakit kritis.
“Terakhir, konsultasi ke ahli kesehatan. Jika IMT (indeks massa tubuh) sudah melebihi batas maksimum, sebaiknya lakukan konsultasi ke ahli kesehatan untuk mendapatkan arahan yang tepat,” ujar Elva.

