Trump Ancam Blokade Hormuz Usai Perundingan Damai AS-Iran Gagal, Dow Futures Anjlok Lebih 500 Poin
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Kontrak berjangka saham Amerika Serikat terperosok tajam pada Minggu (12/4/2026) malam waktu setempat setelah Presiden Donald Trump mengumumkan rencana blokade terhadap Selat Hormuz. Langkah ini diambil Trump, menyusul kegagalan perundingan damai antara AS dan Iran di Islamabad.
Baca Juga
Dow Jones Industrial Average futures jatuh 517 poin atau sekitar 1,1%. Sementara itu, S&P 500 futures dan Nasdaq 100 futures masing-masing melemah 1,1% dan 1,2%, mencerminkan lonjakan kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik geopolitik.
Dalam pernyataannya di Truth Social, Trump menegaskan bahwa Angkatan Laut AS akan segera memulai proses pemblokiran terhadap seluruh kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz. Ia juga menyebut bahwa sejumlah negara lain akan terlibat dalam operasi tersebut.
Kegagalan negosiasi akhir pekan lalu kembali memicu kekhawatiran bahwa konflik AS-Iran akan berlangsung lebih lama dari perkiraan. Kondisi ini berpotensi mendorong lonjakan harga energi yang semakin menekan ekonomi global.
Baca Juga
Perundingan Berakhir Tanpa Hasil, JD Vance Kembali ke Washington
Harga minyak mentah WTI melonjak hampir 8% menjadi di atas USD104 per barel, memperkuat tekanan inflasi yang sebelumnya sudah menjadi perhatian utama bank sentral.
Meski demikian, sebagian pelaku pasar menilai langkah blokade ini lebih sebagai taktik negosiasi ketimbang kebijakan permanen. CEO KKM Financial, Jeff Kilburg, menyebut bahwa pasar masih membuka peluang adanya aksi beli menjelang pembukaan perdagangan.
“Pernyataan blokade baru ini merupakan sinyal nyata kepada pasar saham bahwa konflik Iran masih belum pasti, namun para pedagang melihat perkembangan ini sebagai taktik negosiasi dibandingkan dengan implementasi kebijakan yang sebenarnya, atau sebagai solusi jangka panjang untuk Selat Hormuz,” beber Jeff Kilburg, seperti dikutip CNBC.
Di sisi lain, musim laporan keuangan kuartal pertama mulai bergulir pekan ini, dengan bank-bank besar seperti Goldman Sachs, Citigroup, hingga JPMorgan Chase dijadwalkan merilis kinerja mereka—yang dapat menjadi penopang sentimen di tengah ketidakpastian geopolitik.
Baca Juga
Wall Street Menguat, Investor Berharap Gencatan Senjata AS-Iran Dapat Bertahan
Sebelumnya, harapan gencatan senjata selama dua pekan sempat mendorong reli kuat di Wall Street, dengan ketiga indeks utama mencatat kenaikan mingguan terbaik sejak November. Indeks S&P 500 naik 3,6% minggu lalu, sedangkan Nasdaq melonjak sekitar 4,7% dan Dow naik 3%.

